Pencarian

Aceh Barat Tuan Rumah Rakor Kesra 2026, Pemprov Aceh Dorong Data Akurat untuk Bansos Tepat Sasaran

Kamis, 16 Juli 2026 • 23:06:31 WIB
Aceh Barat Tuan Rumah Rakor Kesra 2026, Pemprov Aceh Dorong Data Akurat untuk Bansos Tepat Sasaran
Pemerintah Aceh menggelar Rakor Kesra 2026 di Meulaboh untuk menyamakan persepsi tata kelola data bansos yang akurat dan tepat sasaran.

MEULABOH — Sebanyak 23 kabupaten dan kota di Aceh mengirimkan perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian dalam Rakor Kesra 2026 yang dipusatkan di Aula Eva Sky Hotel Meulaboh. Kegiatan ini digelar untuk menyamakan persepsi soal tata kelola data yang menjadi fondasi utama program-program sosial, pendidikan, hingga keagamaan.

Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Barat, Ruswaidi, yang mewakili Bupati, menyebut tema pemanfaatan data untuk kesejahteraan rakyat sangat relevan dengan tantangan saat ini. "Data akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran," ujarnya saat membuka acara.

Basis Data Tunggal Masih Bermasalah

Kepala Biro Isra Setda Aceh, Yusrizal, mengingatkan bahwa meskipun portal Satu Data Indonesia sudah tersedia, praktik di lapangan masih jauh dari ideal. "Kita sering dengar istilah 'kurang data' atau 'datanya tidak sama', padahal semua OPD punya peran sebagai wali data," katanya.

Yusrizal membeberkan tiga persoalan utama yang dihadapi: data ganda antar instansi, data yang tidak pernah diperbarui, dan data yang belum optimal dimanfaatkan di tingkat perencanaan program. "Akibatnya, penyaluran bantuan jadi tidak tepat, program yang direncanakan kurang berdampak pada masyarakat," tegasnya.

Diskominfo Diminta Aktif, Bukan Sekadar Jaga Portal

Dalam rakor ini, Diskominfo kabupaten dan kota mendapat pesan khusus untuk tidak hanya menyediakan infrastruktur data. "Diskominfo sudah menyediakan pintunya, tugas kita semua mengisinya dan yang penting adalah bagaimana memanfaatkannya," ujar Yusrizal.

Ia meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memastikan data mereka valid, dapat diakses, dan menjadi acuan dalam menyusun anggaran. "Jangan sampai ada program tanpa basis data. Bangun komunikasi dengan Dinas Sosial, Diskominfo, dan Kesra selaku perpanjangan tangan kepala daerah," pesannya.

Apa Target Setelah Rakor?

Forum ini tidak hanya menjadi ajang seremonial. Ruswaidi berharap lahir rekomendasi konkret yang bisa langsung dijalankan. "Mari kita buktikan bahwa pemerintah hadir dengan kebijakan yang cerdas karena datanya kuat, tidak ada satupun warga kita yang luput dari perhatian," kata Yusrizal menutup sesi.

Rakor Kesra 2026 di Meulaboh ini menjadi momentum bagi Aceh Barat sebagai tuan rumah untuk menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan data kesejahteraan. Seluruh peserta dijadwalkan menyusun peta jalan validasi data yang akan dievaluasi enam bulan ke depan.

Bagikan
Sumber: noa.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks