ACEH — Kecelakaan pesawat latih militer terjadi di Taiwan pada Selasa (2/6). Dua pilot dilaporkan tewas setelah pesawat yang mereka kendarai jatuh saat melakukan latihan simulasi kegagalan mesin. Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan penerbangan militer di kawasan tersebut.
Kementerian Pertahanan Taiwan mengonfirmasi bahwa pesawat latih tersebut jatuh di area terpencil. Tim penyelamat dikerahkan ke lokasi dan menemukan kedua pilot dalam kondisi kritis. Keduanya dinyatakan tewas di tempat kejadian.
Belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kecelakaan. Investigasi awal difokuskan pada kemungkinan kegagalan teknis pada sistem mesin yang sedang disimulasikan. Proses evakuasi dan pengamanan lokasi jatuhnya pesawat masih berlangsung hingga berita ini diturunkan.
Menurut sumber di lingkungan militer Taiwan, latihan simulasi kegagalan mesin merupakan prosedur standar untuk menguji kemampuan pilot dalam menghadapi situasi darurat. Namun, dalam latihan kali ini, prosedur darurat gagal dilakukan sehingga pesawat kehilangan kendali dan jatuh.
Otoritas penerbangan militer Taiwan akan mengevaluasi ulang protokol keselamatan untuk latihan serupa. Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa mendatang. Data kotak hitam pesawat masih dalam proses analisis untuk mengungkap kronologi lengkap insiden.
Keluarga kedua pilot telah diberitahu dan proses pemulangan jenazah tengah diurus oleh pihak militer. Upacara penghormatan terakhir direncanakan akan digelar dalam beberapa hari ke depan di pangkalan udara asal pesawat tersebut.
Kecelakaan ini menjadi pengingat akan tingginya risiko dalam latihan penerbangan militer. Sejumlah kalangan menyerukan peningkatan standar keselamatan dan perawatan armada pesawat latih yang sudah menua. Angkatan Udara Taiwan sendiri tengah dalam proses modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) mereka.