6 Bulan Pascabencana, 52 Sekolah di Aceh Masih Belajar di Tenda Darurat, 12 di Antaranya di Aceh Tengah

Penulis: Ragil  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:30:31 WIB
Siswa di Aceh Tengah masih belajar di tenda darurat enam bulan pascabencana banjir dan longsor.

BANDA ACEH — Proses pemulihan infrastruktur pendidikan pascabencana alam di Aceh berjalan lambat. Enam bulan setelah banjir dan tanah longsor, puluhan sekolah belum bisa digunakan. Berdasarkan data Kemendikdasmen yang dirilis Jumat (13/2/2026), sebanyak 52 sekolah di provinsi itu masih beroperasi di tenda darurat atau kelas darurat. Sementara itu, 20 sekolah lainnya menumpang di sekolah lain.

12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Gunakan Tenda

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah, Salimsyah, menyebutkan ada 12 sekolah di wilayahnya yang masih belajar di tenda darurat. Sekolah-sekolah itu tersebar di tiga kecamatan, yaitu Ketol, Bintang, dan Linge.

"Saat ini ada beberapa sekolah masih belajar di tenda darurat, yaitu sekitar 12 sekolah," kata Salimsyah, dikutip dari Antara.

Bahaya di Sekolah Asal: Sungai Melebar dan Akses Terputus

Salimsyah menjelaskan, kondisi geografis pascabencana membuat sejumlah sekolah asal tidak layak dan bahkan berbahaya untuk digunakan. Di beberapa titik, pembatas sungai di dekat sekolah mengalami pelebaran signifikan. Hal ini membuat akses menuju sekolah menjadi berbahaya, terutama bagi anak-anak yang harus melintasinya setiap hari.

"Rata-rata sekolah memiliki pembatas sungai yang melebar sehingga berbahaya bagi anak-anak untuk melintasinya," jelasnya.

Untuk mengatasi risiko tersebut, pemerintah daerah setempat mengambil inisiatif dengan menyediakan dua alternatif lokasi belajar: pertama, tetap di lokasi sekolah asal jika memungkinkan, dan kedua, memanfaatkan tenda darurat di tempat yang lebih aman.

Ujian di Tenda, Siswa Angkat Meja Sendiri

Kondisi serupa juga terjadi di Aceh Barat. Di SDN Alue Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen, siswa bahkan harus mengikuti ujian di tenda darurat yang didirikan di depan sekolah mereka yang rusak. Lokasi tenda itu hanya berjarak beberapa meter dari bibir sungai. Dalam prosesnya, sejumlah siswa terlihat mengangkat meja sendiri untuk persiapan ujian.

Pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan ruang belajar darurat yang lebih layak sembari menunggu proses pembangunan sekolah permanen. "Kita harapkan dalam waktu dekat bisa dihadirkan ruang belajar darurat, apakah di rumah atau sekolah berdekatan. Yang jelas, ini terus kita usahakan secepat mungkin demi menghadirkan pendidikan yang nyaman untuk anak-anak kita," ujar Salimsyah.

Reporter: Ragil
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top