ACEH — Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari memerintahkan seluruh fungsi satuan di jajarannya untuk bekerja maksimal mengungkap fakta di balik peristiwa ini. Perintah itu disampaikan usai tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah korban di Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
"Kami memerintahkan seluruh fungsi (Satuan di Polres Sragen) terkait untuk bekerja maksimal mengungkap fakta di balik peristiwa ini," kata Dewiana kepada wartawan.
Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya, Dewi Sri Lestari (34), saat pulang kerja dari pabrik rokok sekitar pukul 16.00 WIB. Kepala Desa Aris Sudaryanto menerima laporan dari Ketua RT bahwa peristiwa itu diduga merupakan pembunuhan dalam kasus perampokan.
"Pak RT tadi laporan ke saya sekitar jam empat sore. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh ibunya sepulang dari pabrik, ibu korban bekerja di pabrik rokok," kata Aris.
Dari hasil olah TKP, korban tergeletak di kasur warna biru bermotif kembang yang digelar di lantai. Sabetan parang yang dilakukan pelaku mengenai hidung dan pipi sampai tulang hidung korban patah. Banyak ditemukan bekas kaki dengan noda darah di lokasi kejadian.
Camat Jenar, Y David Supriyadi, mengungkapkan bahwa rumah korban setiap hari dalam keadaan kosong. Ayah korban bekerja sebagai buruh tani atau tleser padi, sementara sang ibu bekerja di pabrik rokok dari pagi hingga sore.
"Kondisi korban diketahui ibunya pada pukul 16.00 WIB saat pulang kerja. Korban meninggal dunia dengan luka senjata tajam," tutur David.
Korban kemudian dibawa menggunakan mobil ambulans Puskesmas Jenar ke kamar mayat RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk proses autopsi lebih lanjut. Polisi masih mendalami motif dan mencari pelaku di balik pembunuhan sadis terhadap anak di bawah umur ini.