Wasit Omar Artan Pulang ke Somalia Usai Ditolak Visa AS untuk Piala Dunia 2026

Penulis: Saiful  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 01:50:02 WIB
Omar Artan ditolak visa masuk AS dan kembali ke Somalia sebelum Piala Dunia 2026.

ACEH — Nasib nahas menimpa Omar Abdulkadir Artan. Wasit berusia 38 tahun itu sudah bersiap terbang ke Amerika Serikat untuk bertugas di Piala Dunia 2026, namun langkahnya terhenti di imigrasi. Ia dinyatakan tidak memenuhi syarat masuk dan akhirnya memilih pulang ke Mogadishu, Somalia.

Penolakan di Gerbang Piala Dunia

Kabar penolakan ini pertama kali beredar di media Somalia dan dikonfirmasi oleh sumber federasi sepak bola setempat. Artan sejatinya masuk dalam daftar ofisial pertandingan yang disetujui FIFA. Namun, petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS di bandara tujuan menolak visa elektroniknya tanpa memberikan penjelasan detail di tempat.

“Saya sudah punya tiket dan akreditasi. Tapi petugas bilang ada masalah administratif yang tidak bisa dijelaskan sekarang,” ujar Artan kepada media lokal sebelum penerbangannya kembali. Ia terpaksa menunggu penerbangan lanjutan dari bandara transit selama 12 jam sebelum akhirnya kembali ke Afrika.

Dampak pada Profesionalisme Wasit Afrika

Insiden ini memicu kritik dari Asosiasi Wasit Somalia. Mereka menilai penolakan visa terhadap ofisial yang sudah diakui FIFA mencoreng semangat inklusivitas turnamen global. Somalia sendiri baru memiliki perwakilan wasit di Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola negara itu.

Seorang juru bicara FIFA menyatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan otoritas AS untuk mencari solusi. Namun hingga Rabu (10/6), belum ada kepastian apakah Artan bisa menyusul ke Amerika Serikat jika masalah administrasinya rampung sebelum turnamen dimulai.

Karier Omar Artan di Tengah Konflik

Artan bukan wasit sembarangan. Ia memimpin pertandingan di Liga Somalia yang kerap berlangsung di tengah situasi keamanan tidak stabil. Ia juga tercatat sebagai wasit FIFA sejak 2018 dan pernah memimpin laga kualifikasi Piala Dunia zona Afrika. Penunjukannya di Piala Dunia 2026 dianggap sebagai pengakuan atas perkembangan sepak bola di Somalia yang dilanda perang saudara.

Kembalinya Artan ke Mogadishu tanpa sempat meniup peluit di turnamen internasional menjadi ironi tersendiri. Ia justru meninggalkan AS tanpa pernah menginjakkan kaki di stadion Piala Dunia.

Reporter: Saiful
Back to top