BANDA ACEH — Pemerintah Provinsi Aceh memastikan pembangunan Jembatan Alue Gunteng di ruas Jalan Tgk. Ishak Dawood, yang membentang dari Peureulak, Lokop, hingga batas Gayo Lues. Proyek ini menjadi salah satu prioritas infrastruktur penghubung antar kabupaten di wilayah selatan provinsi tersebut.
Nilai Proyek Tembus Rp 11,2 Miliar
Berdasarkan data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Aceh, nilai pagu paket tender mencapai Rp 11.200.000.000, sementara harga perkiraan sendiri (HPS) ditetapkan Rp 11.199.999.100. Tender dengan nomor 10128282000 dan kode RUP 66861537 ini sudah mulai dibuka.
Anggaran tersebut seluruhnya dibebankan pada APBD 2026. Proyek ini berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh.
33 Perusahaan Sudah Mendaftar
Antusiasme kontraktor terhadap proyek ini cukup tinggi. Hingga Selasa (9/6/2026), sebanyak 33 perusahaan telah mendaftar untuk mengikuti proses tender. Jumlah ini menunjukkan persaingan yang ketat dalam perebutan proyek infrastruktur strategis di kawasan tersebut.
Jembatan Alue Gunteng diharapkan dapat memperlancar akses logistik dan mobilitas warga di perbatasan Aceh Timur dengan Gayo Lues. Selama ini, ruas jalan Tgk. Ishak Dawood kerap menjadi tantangan bagi pengguna jalan, terutama saat musim hujan.
Manfaat bagi Warga di Dua Kabupaten
Pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik. Warga di Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, dan masyarakat di perbatasan Gayo Lues selama ini mengandalkan jalan tersebut untuk distribusi hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari. Dengan adanya jembatan baru, waktu tempuh dan biaya transportasi diharapkan bisa ditekan.
Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya Pemprov Aceh untuk mengurangi disparitas pembangunan antara wilayah pesisir dan pedalaman. Kawasan Gayo Lues yang selama ini dikenal terisolasi secara geografis mulai mendapat perhatian infrastruktur yang lebih serius.
Proses tender masih berlangsung. Pemprov Aceh belum mengumumkan pemenang tender maupun target waktu penyelesaian pembangunan jembatan tersebut.