ACEH TIMUR — Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur memastikan gelombang bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI tengah disalurkan untuk memulihkan lahan pertanian yang rusak akibat bencana. Bantuan tersebut tidak seluruhnya berbentuk anggaran tunai, melainkan juga berupa barang dan program intervensi langsung di lapangan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur, Erwin Atlizar, mengatakan bentuk bantuan yang diterima meliputi benih padi, benih jagung, alat mesin pertanian, hingga program rehabilitasi sawah. "Kami tidak menghitung secara pasti anggarannya karena yang diterima dari Kementan ada berupa barang," ujarnya di Aceh Timur, Rabu.
Bantuan Alsintan untuk Percepatan Budi Daya
Dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dikirim mencakup peralatan untuk tahapan prapanen hingga pascapanen. Kehadiran alsintan ini diharapkan mampu mempercepat pekerjaan petani sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha tani di tengah masa pemulihan pascabencana.
Erwin menjelaskan, bantuan dari pemerintah pusat ini diberikan melalui berbagai program yang berbeda-beda. "Misalnya benih padi, benih jagung. Selain bantuan benih, pemerintah pusat juga memberikan dukungan berupa alat dan mesin pertanian yang digunakan dalam berbagai tahapan kegiatan budi daya," jelasnya.
Rehabilitasi Sawah: Intervensi Penuh dari Pusat
Untuk program rehabilitasi sawah, seluruh anggaran ditanggung penuh oleh Kementerian Pertanian. Pemerintah daerah hanya berperan sebagai penerima manfaat dan memastikan program tersebut berjalan tepat sasaran di lapangan.
"Semua anggarannya ada di Kementerian Pertanian. Pemerintah daerah hanya menerima manfaat," kata Erwin Atlizar.
Meski demikian, pihaknya tidak dapat menyebutkan satu angka pasti yang menggambarkan total nilai keseluruhan bantuan. Sebab, bantuan berasal dari beragam program dengan skema penyaluran yang berbeda. "Semua nilai anggarannya ada di Kementan," ujarnya.
Harapan Pemulihan Produktivitas Petani
Bantuan benih dinilai krusial untuk memenuhi kebutuhan bahan tanam petani, sementara alsintan mendukung proses pengolahan lahan hingga penanganan hasil panen. Dukungan ini menjadi penting karena sektor tanaman pangan membutuhkan pasokan sarana produksi dan peralatan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berharap dengan adanya dukungan Kementan, produktivitas pertanian lokal dapat segera pulih. Koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan sektor pertanian di daerah memperoleh perhatian yang memadai.
"Dengan adanya dukungan Kementan, pemerintah daerah berharap produktivitas pertanian dapat pulih. Koordinasi dengan Kementan juga terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan sektor pertanian di daerah dapat memperoleh perhatian pemerintah pusat," kata Erwin Atlizar.