Pencarian

PLN Kembali Dipanggil Gubernur Kalteng, Target Pemadaman Berhenti 5 Agustus 2026 Dipertanyakan

Minggu, 09 Agustus 2026 • 09:27:31 WIB
PLN Kembali Dipanggil Gubernur Kalteng, Target Pemadaman Berhenti 5 Agustus 2026 Dipertanyakan
PLN kembali dipanggil Gubernur Kalimantan Tengah untuk mempertanyakan target penghentian pemadaman bergilir pada 5 Agustus 2026.

ACEH — Janji PLN untuk menghentikan pemadaman bergilir di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah pada 5 Agustus 2026 kembali diuji. Pasalnya, gangguan pembangkitan baru muncul di PLTU TPI Unit 1, membuat keandalan sistem kelistrikan Kalselteng kembali goyah setelah sebelumnya sempat membaik.

Gangguan Baru di PLTU TPI Unit 1

Perkembangan terbaru menunjukkan sistem kelistrikan Kalselteng masih belum stabil. Setelah PLTU TPI Unit 2 berhasil kembali beroperasi pada 28 Juli dan PLTU SLK Gunung Mas Unit 1 menyusul pada 5 Agustus 2026, kini giliran PLTU TPI Unit 1 yang mengalami gangguan. Kondisi ini yang mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk kembali memanggil manajemen PLN.

Pemanggilan ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, Pemprov Kalteng telah meminta penjelasan serupa terkait pemadaman bergilir yang melanda sejumlah daerah. Dalam pertemuan pertama, PLN menyampaikan proses pemulihan dilakukan bertahap dan menargetkan pemadaman bergilir berhenti pada 5 Agustus 2026.

Klarifikasi Soal Isu Normalisasi 25 Agustus

PLN juga membantah informasi yang beredar di masyarakat mengenai normalisasi listrik baru selesai pada 25 Agustus 2026. Menurut penjelasan resmi, tanggal tersebut sebenarnya berkaitan dengan penyelesaian perbaikan generator Unit 3 PLTU Asam-Asam. Perbaikan itu bertujuan menambah cadangan daya, bukan menjadi patokan berakhirnya pemadaman bergilir.

Meski begitu, pemerintah daerah menilai masyarakat butuh kepastian yang lebih jelas. Gubernur Agustiar Sabran menegaskan Pemprov akan terus mengawal proses pemulihan dan siap meminta klarifikasi langsung jika pemadaman masih terjadi di lapangan.

Dampak ke Warga dan UMKM

Pemadaman yang berlarut-larut bukan sekadar soal nyala lampu. Aktivitas rumah tangga terganggu, pelayanan publik ikut terdampak, dan yang paling merasakan adalah pelaku UMKM yang bergantung pada pasokan listrik untuk mesin produksi maupun pendingin barang dagangan. Gangguan berulang membuat biaya operasional membengkak dan pendapatan menurun.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap proses pemulihan sistem bisa segera tuntas. Pasokan listrik yang stabil menjadi prasyarat agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi dan pelayanan publik tanpa hambatan berkepanjangan. Sampai ada kepastian baru dari PLN, warga Kalteng masih menunggu realisasi janji penghentian pemadaman bergilir di tengah gangguan teknis yang belum sepenuhnya selesai.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltengpedia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks