BANDA ACEH — Rencana pembangunan infrastruktur kelistrikan bertegangan ekstra tinggi di Aceh mendapat lampu hijau dari aparat keamanan. PT PLN (Persero) dan Polda Aceh sepakat memperkuat kolaborasi pengamanan proyek strategis yang mencakup pembangunan sekitar 1.000 tower transmisi 275 kV pada ruas Sigli–Arun dan Pangkalan Susu–Arun.
Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU), Rizki Aftarianto, bersama jajaran manajemen PLN lainnya dengan Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ruddi Setiawan, di Kantor Polda Aceh, Selasa (4/8/2026). Pertemuan itu menjadi momentum strategis untuk mengawal pembangunan infrastruktur kelistrikan serta memastikan keamanan aset vital nasional.
Polda Aceh Siap Amankan Objek Vital Nasional
Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ruddi Setiawan, menegaskan pihaknya siap menciptakan situasi kondusif bagi pembangunan sektor ketenagalistrikan. Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Listrik merupakan kebutuhan dasar yang memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, hingga pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, Kepolisian Daerah Aceh berkomitmen untuk terus bersinergi dengan PLN dalam menjaga keamanan objek vital nasional sektor ketenagalistrikan," ujar Ruddi.
Ia menambahkan, koordinasi yang ketat akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan yang dapat memengaruhi keandalan pasokan listrik kepada masyarakat.
Nota Kesepahaman Segera Diteken, Target Proyek Dikejar
Sinergi ini tidak hanya berhenti pada tataran koordinasi. General Manager PLN UIP SBU, Rizki Aftarianto, menyatakan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Polda Aceh. Kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam mengawal percepatan pembangunan proyek transmisi tersebut.
"Dukungan Kepolisian Daerah Aceh menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif, sehingga proyek-proyek strategis PLN dapat diselesaikan tepat waktu, memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat keandalan pasokan listrik, serta mendukung pembangunan daerah dan ketahanan energi nasional," ungkap Rizki.
Rizki menambahkan, dukungan pengamanan dari kepolisian memberikan kontribusi nyata terhadap kelancaran pembangunan infrastruktur serta pengamanan aset PLN sebagai objek vital nasional.
Dampak bagi Warga Aceh
Keandalan sistem kelistrikan yang diperkuat melalui proyek transmisi 275 kV ini diharapkan mampu menopang kebutuhan listrik industri, rumah tangga, dan fasilitas publik di Aceh. Dengan pasokan yang stabil, roda perekonomian lokal diharapkan bergerak lebih cepat, seiring dengan meningkatnya investasi dan aktivitas usaha di daerah.
Melalui audiensi ini, PLN dan Polda Aceh menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan objek vital nasional sektor ketenagalistrikan, mendukung percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan, serta memastikan keandalan pasokan listrik khususnya bagi masyarakat di Provinsi Aceh.