Pencarian

Panduan Nonton Tarian Tradisional Aceh di Festival Budaya, Ini 10 yang Wajib Ditonton

Rabu, 12 Agustus 2026 • 08:50:31 WIB
Panduan Nonton Tarian Tradisional Aceh di Festival Budaya, Ini 10 yang Wajib Ditonton
Tarian tradisional Aceh lengkap. (Foto: NET)

ACEH - Festival budaya di Aceh, mulai dari Pekan Kebudayaan Aceh sampai perayaan hari besar Islam tingkat kabupaten, hampir selalu menghadirkan pertunjukan tarian tradisional sebagai acara puncak. Buat wisatawan atau warga baru yang belum familiar, berikut panduan singkat sepuluh tarian yang paling sering tampil dan apa yang perlu diperhatikan saat menontonnya.

Setiap tarian punya durasi dan formasi yang beda, jadi tahu sedikit latar belakangnya bisa bikin pengalaman nonton jauh lebih berkesan ketimbang cuma lihat gerakan cepat tanpa konteks.

Saman dan Seudati, Panggung Pembuka yang Paling Ditunggu

Tari Saman biasanya jadi nomor pembuka di acara-acara besar karena daya tariknya yang sudah mendunia. Kalau nonton langsung, perhatikan kekompakan tepuk tangan dan tepuk dada para penari, karena semakin rapi formasinya semakin tinggi nilai pertunjukannya di mata juri festival.

Tari Seudati biasanya tampil dengan formasi berdiri dan tempo yang lebih cepat. Penonton yang datang ke Pekan Kebudayaan Aceh sering menjadikan sesi Seudati sebagai momen paling dinanti karena energi penampilannya.

Tarek Pukat dan Likok Pulo, Segmen dengan Properti Unik

Kalau melihat penari membawa properti seperti tali atau jaring, itu tandanya sedang menyaksikan Tari Tarek Pukat yang menggambarkan aktivitas nelayan menarik jaring ikan. Properti ini yang membuat tarian ini gampang dikenali di antara deretan penampilan lain.

Tari Likok Pulo dari Pulau Aceh biasa tampil dengan formasi duduk berbaris mirip Saman, tapi dengan tambahan gerakan kepala yang lebih menonjol. Tarian ini sering jadi kejutan tersendiri buat penonton yang belum pernah lihat sebelumnya.

Laweut dan Ratoh Duek, Penampilan Penari Perempuan

Dua tarian ini biasa dibawakan penari perempuan dengan syair pujian keagamaan. Kalau ingin tahu jadwal tampil, biasanya panitia festival menempatkan segmen ini di sesi sore menjelang senja, jadi cocok buat yang mau nonton sambil menghindari terik matahari.

Guel, Rapai Geleng, dan Didong, Warna Budaya Dataran Tinggi Gayo

Kalau festival yang dikunjungi mengangkat tema budaya Gayo, tiga tarian ini biasanya jadi andalan. Rapai Geleng gampang dikenali dari suara rebana rapai yang mengiringi gerakan menggeleng kompak, sementara Tari Didong sering dikemas dalam format lomba berbalas pantun antar kelompok yang seru buat disaksikan sampai akhir.

Bines, Penutup dengan Nuansa Lembut

Tari Bines biasanya diletakkan sebagai penutup acara karena nuansanya yang lembut dan menyambut, cocok jadi penutup rangkaian penampilan yang sebelumnya energik.

Tips Menonton Festival Tarian di Aceh

Datang lebih awal untuk dapat posisi duduk yang nyaman, siapkan kamera karena banyak momen kostum dan properti yang sayang dilewatkan, dan jangan ragu bertanya ke panitia atau warga sekitar soal jadwal tampil tiap tarian karena urutannya bisa berubah tergantung acara.

FAQ Seputar Festival Tarian Tradisional Aceh

  • Kapan biasanya festival budaya Aceh diadakan? Umumnya bertepatan dengan Pekan Kebudayaan Aceh atau perayaan hari besar Islam di tingkat kabupaten/kota.
  • Apakah penonton bisa ikut belajar menari? Beberapa festival menyediakan sesi workshop terbuka, tergantung kebijakan penyelenggara tahun tersebut.
  • Tarian mana yang paling cocok ditonton anak-anak? Tari Bines dan Ratoh Duek karena nuansanya lebih tenang dan gerakannya tidak terlalu cepat.
  • Apakah tiket festival budaya berbayar? Sebagian besar acara pemerintah daerah gratis untuk umum, kecuali festival berskala besar tertentu.
  • Bagaimana cara tahu jadwal festival budaya Aceh? Bisa dipantau lewat pengumuman dinas kebudayaan setempat atau media lokal menjelang perayaan hari besar.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Terkini

Indeks