ACEH — Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 2026 yang digelar di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tidak sekadar menjadi agenda pengabdian masyarakat biasa. Lima mahasiswa MNC University yang diterjunkan ke Nagari Salareh Aia Timur justru membawa misi pemulihan ekonomi pascabencana melalui industri kreatif.
Mereka memproduksi video profil desa yang menyorot destinasi alam seperti air terjun dan bentang alam lainnya yang dinilai layak jual. Dokumentasi ini juga merekam aktivitas warga serta potensi ekonomi kreatif yang bisa dihidupkan kembali setelah kawasan tersebut dilanda musibah.
Dari Layar Kaca untuk Kebangkitan Ekonomi Warga
Davina, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris MNC University yang tergabung dalam tim, mengungkapkan proses produksi konten tersebut menyasar kebutuhan nyata desa. "KKN yang aku ikuti itu di Kabupaten Agam, tepatnya di Salareh Aia Timur. Di sana kami meliput berbagai banyak hal. Kami membuat proyek profil desa untuk kebutuhan wisata di desa tersebut," ujarnya.
Proyek ini lahir dari kebutuhan mendesak akan promosi digital. Sebab, potensi wisata yang ada belum terdokumentasi dengan baik, sementara warga membutuhkan sumber pendapatan baru untuk bangkit dari dampak bencana.
Belajar Produksi Konten dan Realitas Sosial Kebencanaan
Bagi Davina, pengalaman di Palembayan memberikan pelajaran ganda. Di satu sisi, ia mengasah keterampilan teknis pembuatan konten. Di sisi lain, interaksi langsung dengan masyarakat terdampak membuka wawasan tentang ketangguhan sosial di tengah keterbatasan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi MNC University dalam mendukung pemulihan wilayah pascabencana. Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada produksi media promosi, tetapi berlanjut pada pendampingan pengelolaan destinasi agar manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Video profil desa yang dihasilkan diharapkan menjadi pintu masuk bagi wisatawan dan investor untuk melihat potensi Salareh Aia Timur. Dengan begitu, roda ekonomi yang sempat terhenti akibat bencana dapat berputar kembali.