BANDA ACEH — Sepuluh siswa SMA Negeri 2 Banda Aceh dipastikan menjalani masa karantina intensif atau training center selama satu pekan penuh sebelum berlaga di grand final Lomba Cerdas-Cermat (LCC) Empat Pilar MPR-RI 2026 tingkat nasional. Instruksi itu disampaikan langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, saat menerima rombongan para pemenang di ruang rapat Setda Aceh, Selasa (11/8/2026).
“Mereka wajib masuk training center selama seminggu. Kita punya waktu 10 hari,” ujar Nasir di hadapan para siswa dan jajaran Dinas Pendidikan Aceh.
Jadwal Padat dan Target Juara Nasional
Nasir menilai waktu yang tersisa sekitar 10 hari harus dimanfaatkan secara maksimal. Ia meminta para siswa tidak hanya dibekali materi, tetapi juga dijaga kondisi fisiknya agar tetap prima saat bertanding nanti.
“Carikan tempat yang bagus, sediakan semua kebutuhan mereka. Jangan sampai kelelahan, istirahat yang cukup, dan jangan sakit,” pesannya kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh dan Kepala SMA 2 Banda Aceh.
Nama-nama yang akan berlaga di tingkat nasional adalah Aslan Sagusta Putra, Muhammad Zaghlul Rizky Hasibuan, Fasya Elfariez, Recha Anggreani Fauzan, Misha Fathia, Syalsa Billa Azira T, Selsy Adilla Azira T, Naila, Anjani Sakhi Azaria Syahla, dan Annora Sasikirana.
Anggaran Disiapkan Pemprov Aceh
Persoalan biaya selama masa karantina dan persiapan menuju grand final dijamin oleh Pemerintah Provinsi Aceh. Nasir menegaskan anggaran akan dialokasikan melalui Dinas Pendidikan Aceh.
“Nanti saya dan Pak Kadis Pendidikan Aceh yang mencari anggarannya. Jadi soal biaya tidak perlu khawatir dan tak perlu dipikirkan. Biar kami yang sediakan,” katanya.
Ia menambahkan, dirinya berencana hadir langsung untuk menyaksikan jalannya kompetisi di tingkat nasional sebagai bentuk dukungan moral kepada para siswa.
Apresiasi Langka dari Sekda
Kepala SMA 2 Banda Aceh, Dr Herlina Dewi, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Sekda Aceh. Ia menyebut apresiasi seperti ini baru pertama kalinya diterima pihak sekolah.
“Baru kali ini kami mendapat apresiasi seperti ini. Kami akan berusaha keras untuk dapat berkompetisi dengan baik nanti,” ujar Herlina.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, berkomitmen menjalankan arahan Sekda. Pihaknya akan menyiapkan segala kebutuhan para siswa, termasuk tempat karantina yang representatif.
“Kami di Dinas Pendidikan Aceh tentu wajib menjalankan amanah Pak Sekda. Bagaimana pun para siswa ini perlu diberi perhatian yang terbaik agar mereka dapat berkompetisi dengan bagus,” katanya.
Rombongan siswa tiba di kantor Gubernur Aceh didampingi langsung oleh Kepala Sekolah dan sejumlah guru. Turut hadir dalam pertemuan itu para dewan juri LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Aceh, yakni Prof. Dr. Syafrizal Abbas, Dr. M Yasir Putra Utama, dan Dr Nurlis Effendi.