PIDIE JAYA — Warga Pidie Jaya yang selama ini harus meluangkan waktu berjam-jam menuju Kantor Imigrasi Banda Aceh kini bisa mengurus dokumen keimigrasian lebih dekat. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh memulai program SiJeumpa di Kantor Camat Pante Raja, Selasa, sebagai titik awal pelayanan keliling yang menyasar seluruh kecamatan di kabupaten tersebut.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Bambang Tri Cahyono, menegaskan program ini mengubah pola pelayanan dari menunggu warga datang ke kantor menjadi petugas yang hadir mendekat ke masyarakat.
"Kami ingin pelayanan keimigrasian tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor, tetapi kami yang hadir mendekat kepada masyarakat. Melalui SiJeumpa, pelayanan akan kami lakukan secara bertahap di berbagai kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya," ujar Bambang.
Mengapa Layanan Ini Penting bagi Warga Pidie Jaya?
Jarak tempuh dari Pidie Jaya ke Banda Aceh mencapai puluhan kilometer dengan waktu perjalanan sekitar dua hingga tiga jam. Bagi warga yang berdomisili jauh dari pusat kota, biaya transportasi dan waktu menjadi hambatan utama untuk mengurus paspor.
Dengan hadirnya layanan di kantor camat, warga tidak perlu mengeluarkan ongkos besar maupun menghabiskan waktu seharian. Pelayanan di Pante Raja menjadi langkah awal, dan ke depan lokasi akan berpindah ke kecamatan lain sesuai kebutuhan masyarakat serta koordinasi dengan pemerintah kecamatan setempat.
Siapa Saja yang Bisa Menggunakan SiJeumpa?
Layanan ini tidak dibatasi untuk kelompok tertentu. Seluruh masyarakat Pidie Jaya yang membutuhkan layanan keimigrasian sesuai ketentuan berlaku bisa memanfaatkannya.
Bambang menambahkan, pemilihan kantor kecamatan sebagai lokasi pelayanan merupakan strategi memperluas jangkauan sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Kehadiran petugas di tingkat kecamatan diharapkan mengurangi hambatan jarak dan waktu, khususnya bagi warga yang tinggal jauh dari pusat pelayanan.
Transformasi Pelayanan Publik di Aceh
SiJeumpa menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik yang mengedepankan prinsip mudah, dekat, dan responsif. Program ini menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama, sekaligus memperkuat kehadiran negara melalui pelayanan hingga ke tingkat kecamatan.
"Kami berharap SiJeumpa dapat menjadi pola pelayanan yang berkelanjutan. Dengan berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya, masyarakat memiliki kesempatan memperoleh layanan keimigrasian dengan akses yang lebih dekat dan mudah," tambah Bambang.
Program ini merupakan inovasi terbaru Imigrasi Banda Aceh setelah sebelumnya menghadirkan layanan pasporia dalam rangka memeriahkan HUT RI. Warga Pidie Jaya yang ingin mengurus paspor kini tidak perlu lagi menunda karena kendala jarak.