KUTACANE — Mobil pikap berisi tumpukan bendera Merah Putih terlihat berhenti di sejumlah titik di Jalan Nasional, Kecamatan Babussalam, Selasa (11/8/2026). Satu per satu warga menerima bendera dari petugas Satpol PP dan Dinas Pendidikan setempat.
Distribusi perdana ini menjadi penanda dimulainya gerakan pembagian 10.000 bendera oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara. Setelah Babussalam, pendistribusian akan diperluas ke seluruh kecamatan hingga batas akhir Agustus.
Bupati: Bendera Bukan Sekadar Seremonial, tapi Penguat Persatuan
Bupati Aceh Tenggara M. Salim Fakhry menegaskan bahwa pembagian bendera ini bukan hanya untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Menurutnya, ini adalah sarana menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air di tengah masyarakat yang majemuk.
"Sebagai putra-putri Aceh Tenggara, mari kita tumbuhkan rasa nasionalisme dan terus menjaga persatuan serta keutuhan NKRI," kata Salim di sela-sela kegiatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Salim di hadapan warga dan aparatur sipil negara yang hadir pada seremoni pembagian perdana di Kecamatan Babussalam.
Generasi Muda Jadi Sasaran Utama Penanaman Nilai Kebangsaan
Salim menambahkan, semangat kemerdekaan harus terus ditanamkan secara berkelanjutan, khususnya kepada generasi muda. Ia menilai rasa cinta terhadap Tanah Air adalah fondasi penting dalam menjaga keutuhan negara di tengah derasnya arus informasi global.
Pemkab Aceh Tenggara berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka. Warga diimbau untuk memasang bendera Merah Putih di rumah, tempat usaha, serta lingkungan masing-masing selama momentum peringatan kemerdekaan berlangsung.
Dengan total 10.000 bendera yang disebar, Pemkab menargetkan hampir seluruh rumah dan fasilitas umum di 16 kecamatan di Aceh Tenggara turut meriah dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.