Pencarian

Harimau Sumatera Muncul di Pemukiman Dusun Alur Merbo Aceh Timur, Warga Diminta Tak Beraktivitas Sendirian saat Malam

Rabu, 05 Agustus 2026 • 16:41:31 WIB
Harimau Sumatera Muncul di Pemukiman Dusun Alur Merbo Aceh Timur, Warga Diminta Tak Beraktivitas Sendirian saat Malam
Jejak kaki harimau Sumatera ditemukan tim gabungan di kawasan dekat Dusun Alur Merbo, Desa Pante Kera, Aceh Timur.

ACEH TIMUR — Jejak kaki harimau Sumatera ditemukan tim gabungan di kawasan yang berdekatan dengan Dusun Alur Merbo, Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur. Satwa liar itu dilaporkan pertama kali terlihat warga beberapa hari terakhir saat berada di dekat permukiman.

Kapolsek Simpang Jernih, Ipda Dwi Andika Lubis, membenarkan temuan tersebut. Pihaknya bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh kini melakukan pemantauan berkala di titik-titik yang diduga menjadi jalur lintasan harimau.

Warga Diminta Hindari Aktivitas Sendirian di Kebun

Imbauan paling ditekankan menyangkut aktivitas warga di luar rumah, terutama saat sore hingga malam hari. Polsek Simpang Jernih meminta warga tidak bepergian seorang diri di kawasan yang berdekatan dengan lokasi kemunculan harimau.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Keselamatan warga menjadi prioritas," ujar Dwi kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

Warga yang memiliki lahan perkebunan atau ladang di sekitar lokasi diminta lebih waspada. Jika menemukan jejak atau melihat langsung keberadaan harimau, warga diminta segera melapor kepada aparat desa atau petugas terkait.

Jangan Mendekat atau Mengusir Satwa Sendiri

Polisi menegaskan agar warga tidak mencoba mendekati, apalagi mengusir harimau secara mandiri. Langkah tersebut justru berisiko memicu serangan.

"Apabila menemukan jejak atau melihat keberadaan harimau, segera laporkan kepada aparat atau petugas terkait dan jangan mencoba mendekati maupun mengusir satwa tersebut sendiri," kata Dwi.

Koordinator juga dilakukan dengan BKSDA Aceh untuk memantau pergerakan satwa secara berkala. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi konflik antara manusia dan satwa liar, sekaligus mendorong harimau kembali ke habitat alaminya.

Koordinasi Tiga Pihak untuk Cegah Konflik

Dwi menekankan pentingnya komunikasi cepat antara masyarakat, kepolisian, dan BKSDA. Dengan begitu, risiko dapat diminimalkan tanpa mengorbankan keselamatan satwa yang dilindungi.

"Koordinasi antara masyarakat, kepolisian, dan BKSDA menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya konflik manusia dengan satwa dilindungi sekaligus menjaga keselamatan seluruh pihak," jelasnya.

Warga yang melihat harimau kembali mendekati pemukiman, kandang ternak, atau areal perkebunan diminta melapor secepatnya ke aparat setempat.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks