Pencarian

Bupati Aceh Tenggara Sebut Kakao Telah Jadi Penopang Ekonomi, Hilirisasi Harus Berpihak ke Petani

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 18:38:01 WIB
Bupati Aceh Tenggara Sebut Kakao Telah Jadi Penopang Ekonomi, Hilirisasi Harus Berpihak ke Petani
Bupati Aceh Tenggara M. Salim Fakhry membuka Lokakarya Duek Pakat Kakao Aceh XIII di Oproom Setdakab setempat, Sabtu (8/8/2026).

ACEH TENGGARA — Lokakarya Duek Pakat Kakao Aceh XIII resmi digelar di Oproom Setdakab Aceh Tenggara, Sabtu (8/8/2026). Mengusung tema "Revitalisasi Kakao Aceh Berbasis Agroforestry Berkelanjutan Menuju Hilirisasi Tangguh", forum ini menjadi ajang diskusi bagi pemangku kepentingan untuk memperkuat sektor hulu hingga hilir komoditas unggulan tersebut.

Bupati Aceh Tenggara, M. Salim Fakhry, membuka langsung kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kakao bukan sekadar tanaman perkebunan biasa bagi masyarakat setempat.

"Komoditas kakao bukan sekadar tanaman perkebunan bagi masyarakat Aceh Tenggara, tetapi telah menjadi salah satu penopang perekonomian," ujar Salim Fakhry dalam sambutannya.

Kualitas Biji Kakao Aceh Tenggara Sudah Diakui Dunia

Salim Fakhry mengaku bangga terhadap kualitas biji kakao yang dihasilkan para petani di daerahnya. Pengakuan internasional terhadap biji kakao asal Aceh Tenggara dinilai menjadi modal besar untuk terus mengembangkan komoditas ini.

"Kita patut bangga dengan kualitas biji kakao Aceh Tenggara yang telah mendapat pengakuan di tingkat internasional. Karena itu, keberlanjutan perkebunan kakao harus kita jaga bersama, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan," katanya.

Menurutnya, penguatan kualitas dan rantai pasok menjadi bagian penting agar komoditas kakao mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Petani Harus Jadi Pelaku Utama, Bukan Sekadar Penonton

Bupati menekankan pentingnya membangun rantai pasok kakao yang lebih kuat dan berkeadilan. Hilirisasi, kata dia, harus mampu memberikan manfaat nyata kepada petani sebagai pelaku utama perkebunan kakao.

"Rantai pasok dan hilirisasi kakao juga perlu diperkuat agar memberikan manfaat yang lebih besar dan adil bagi petani," ujarnya.

Forum ini diharapkan mampu melahirkan langkah konkret yang tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan petani mendapatkan porsi keuntungan yang layak dari hasil panen mereka.

Dukungan Distanbun Aceh dan Kolaborasi Lintas Sektor

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Azanuddin Kurnia, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan lokakarya ini. Ia menilai forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, mitra pembangunan, pelaku usaha, dan petani.

"Distanbun Aceh sangat mendukung kegiatan ini karena merupakan bagian dari kolaborasi bersama para mitra dan narasumber," kata Azanuddin.

Ia berharap kolaborasi yang terbangun melalui forum tersebut dapat melahirkan langkah konkret untuk meningkatkan daya saing komoditas kakao Aceh, sekaligus memperkuat posisi petani dalam rantai nilai komoditas tersebut.

Hadir Perwakilan DPRK, Polres, hingga BPDLH

Lokakarya tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Aceh Tenggara Deni Febrian Roza, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Purnomo, Sekda Aceh Tenggara Yusrizal, para asisten, camat, dan kepala OPD.

Hadir pula anggota DPRA Yahdi Hasan Ramud, Kepala Cabang Bank Aceh Doni Rachman, perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat, Direktur BPDLH Joko Tri Haryanto, serta Ketua Umum Forum Kakao Aceh (FKA) Lilis Indriansyah.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam mendorong revitalisasi kakao Aceh berbasis agroforestri berkelanjutan serta membuka peluang hilirisasi yang lebih tangguh dan memberikan nilai tambah bagi petani.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: poskotasumatera.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks