ACEH — Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya memaparkan rencana kerja dan usulan anggaran 2027 dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Gedung Nusantara 1, Selasa (16/6). Dalam paparannya, ia menyebut tiga program unggulan itu menjadi tulang punggung pengembangan sektor kreatif nasional.
"Desa Kreatif, Creative Hub, dan Creative by Indonesia kami usulkan sebagai flagship program Kemenekraf 2027," ujar Teuku Riefky dalam rapat tersebut.
Kemenekraf menetapkan sejumlah target makro yang ingin dicapai pada 2027. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif ditargetkan sebesar 5,8 persen, sementara nilai ekspor diproyeksikan mencapai USD29,39 miliar atau tumbuh 5,5 persen.
Selain itu, sektor ini diharapkan mampu menyerap 26,58 juta tenaga kerja dan mendongkrak investasi hingga Rp157,65 triliun. "Seluruh dukungan ini kami arahkan untuk memastikan sektor Ekraf berkontribusi nyata terhadap peningkatan investasi, ekspor, penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan," tambah Menekraf.
Desa Kreatif dirancang untuk mengembangkan potensi ekonomi berbasis komunitas di daerah. Creative Hub menjadi pusat kolaborasi dan produksi bagi pelaku kreatif. Sementara Creative by Indonesia merupakan platform promosi dan pemasaran produk kreatif nasional ke pasar global.
Kemenekraf juga mengusulkan bantuan pemerintah untuk penguatan sarana prasarana produksi kreatif, serta penguatan kelembagaan dan diplomasi ekonomi kreatif. Langkah ini disebut untuk memperluas akses pasar dan kerja sama internasional.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengapresiasi keterbukaan Menteri dalam menerima masukan. Namun ia mengingatkan agar program yang diusulkan memiliki data dan implementasi yang jelas.
"Saya yakin anggota Komisi VII akan mendukung program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Terkait Desa Kreatif, yang penting adalah data dan implementasinya jelas meskipun beririsan dengan program lain seperti Desa Wisata," ujar Rahayu.
Komisi VII menyatakan menerima dan mendalami usulan program serta kebutuhan anggaran Kemenekraf sebagai bagian dari pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) Tahun Anggaran 2027.
Teuku Riefky menjelaskan, usulan program dan anggaran Kemenekraf 2027 diselaraskan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027, yaitu "Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri." Sektor ekonomi kreatif diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan talenta, kekayaan intelektual, dan daya saing produk nasional.
Dalam rapat kerja itu, Menteri Ekraf didampingi Wakil Menteri Ekraf Irene Umar, Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Badan Ekraf Dessy Ruhati, serta jajaran pejabat Kemenekraf.