BANDA ACEH — Masyarakat di Aceh diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi dalam tiga hari ke depan. Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh, Angga Dirta, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer di wilayah barat Sumatra saat ini sangat mendukung pertumbuhan awan konvektif.
Angga menyebutkan bahwa Gelombang Ekuatorial Rossby dan Gelombang Kelvin yang aktif di Samudra Hindia barat Sumatra menjadi faktor utama. Ditambah dengan adanya daerah belokan angin di wilayah Aceh, kondisi ini memicu pembentukan awan hujan yang signifikan.
“Aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Gelombang Kelvin di Samudra Hindia barat Sumatra, ditambah adanya daerah belokan angin di wilayah Aceh, mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif,” ujar Angga kepada Nukilan, Jumat (19/6/2026).
Faktor lainnya adalah suhu muka laut yang relatif hangat di perairan barat dan selatan Sumatra. Hal ini meningkatkan proses penguapan dan menambah kandungan uap air di atmosfer, sehingga memperkuat potensi pembentukan awan hujan.
Pada 19 Juni, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Lhokseumawe, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, Simeulue, dan Nagan Raya.
Memasuki 20 Juni, potensi cuaca serupa masih diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah tersebut. Sementara pada 21 Juni, hujan lebat diprakirakan masih akan mengguyur Aceh Besar, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, dan Gayo Lues.
BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang. Pada 19 Juni, angin kencang diperkirakan terjadi di Aceh Barat, Sabang, Aceh Besar, dan Aceh Selatan. Sedangkan pada 20 Juni, potensi angin kencang diprakirakan melanda Aceh Selatan dan Aceh Besar.
Angga menegaskan bahwa hujan dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari. Pemanasan yang terjadi pada siang hari meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di waktu-waktu tersebut.
“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama pada sore hingga malam hari saat potensi hujan cenderung meningkat akibat pemanasan yang terjadi pada siang hari,” sebutnya.
BMKG mengimbau masyarakat di daerah rawan banjir, longsor, maupun yang beraktivitas di luar ruangan untuk terus memantau informasi cuaca terkini. Pengendara diminta berhati-hati saat berkendara ketika hujan lebat disertai angin kencang terjadi.
“Masyarakat di daerah rawan banjir, longsor, maupun yang beraktivitas di luar ruangan agar terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan berhati-hati saat berkendara ketika hujan lebat disertai angin kencang terjadi,” ujar Angga.
Potensi genangan, banjir, pohon tumbang, hingga tanah longsor perlu diantisipasi, khususnya di wilayah yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi.