PIDIE — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) memastikan proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi sekolah-sekolah terdampak bencana di Aceh dikebut. Targetnya, seluruh sekolah yang masih dalam tahap pengerjaan bisa digunakan kembali pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengungkapkan hal itu saat meninjau sejumlah lokasi di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Senin (22/6/2026). Ia juga meresmikan beberapa sekolah yang telah selesai direvitalisasi pada 2025 di SMK Negeri 3 Pidie.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, memaparkan data hasil verifikasi faktual. Dari total 3.120 sekolah yang terdampak bencana, sebanyak 1.287 unit mengalami kerusakan ringan, 1.382 unit rusak sedang, 188 unit rusak berat, dan 63 unit harus dipindahkan lokasi karena tidak memungkinkan dibangun kembali di tempat semula.
“Sebagian sudah selesai dibangun pada 2025, sementara lainnya masih dalam proses dan ditargetkan selesai pada 2026,” kata Abdul Mu’ti saat meninjau SDN Utue di Kabupaten Pidie.
Untuk sekolah yang belum bisa dibangun karena menunggu lahan relokasi, pemerintah menyiapkan Ruang Kelas Darurat (RKD). Fasilitas ini dirancang sebagai solusi sementara agar proses belajar mengajar tetap berjalan.
“Ruang Kelas Darurat ini maksimal digunakan dua tahun sambil menunggu pembangunan sekolah permanen selesai,” ujar Abdul Mu’ti.
Murthalamuddin mengakui ketersediaan lahan masih menjadi kendala utama dalam proses relokasi. Saat ini masih terdapat kurang dari 20 sekolah yang belum bisa dimulai pembangunannya karena lahan belum tersedia. Salah satu contohnya adalah sekolah di Aceh Tengah.
“Memang ada sekolah seperti di Aceh Tengah yang belum dilakukan revitalisasi karena belum adanya ketersediaan lahan,” ungkapnya.
Untuk mempercepat proses, pemerintah menggandeng TNI Angkatan Darat. Kerja sama ini difokuskan pada sekitar 190 sekolah, terutama yang mengalami kerusakan berat dan memerlukan relokasi.
Di Kabupaten Pidie, realisasi revitalisasi tahun 2025 mencakup 21 satuan pendidikan. Rinciannya, satu PAUD, dua SD, empat SMP, 11 SMA, dua SMK, dan satu SLB.
Memasuki tahun 2026, alokasi bantuan revitalisasi di Pidie meningkat drastis menjadi 76 sekolah. Terdiri dari sembilan unit PAUD, 56 unit SD, empat unit SMP, dua unit SMA, dan lima unit SMK.
Kepala SMK Negeri 3 Pidie, Masykur, menyambut baik program ini. Ia menilai revitalisasi yang dilakukan pemerintah mampu meningkatkan kualitas sarana pendidikan di sekolahnya yang sebelumnya mengalami berbagai kerusakan.
“Dengan adanya revitalisasi ini, siswa dapat belajar lebih nyaman,” ucapnya.
Pemerintah menargetkan seluruh proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi sekolah di Aceh dapat rampung dan dimanfaatkan secara optimal pada tahun ajaran baru 2026/2027.