BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat memulai rangkaian Sensus Ekonomi 2026 dengan apel pencanangan di halaman Balai Kota. Kegiatan itu dihadiri Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Sekda Jalaluddin, Kepala BPS Kota Banda Aceh Tedi Herdiawan, para keuchik, dan 234 petugas sensus.
Illiza menyebut sensus kali ini krusial karena Kota Banda Aceh memiliki 269.552 jiwa penduduk. Dari jumlah itu, 61.715 jiwa berada di kelompok usia produktif 16 hingga 30 tahun.
Menurut Illiza, angka usia produktif yang besar itu hanya bisa dimanfaatkan optimal jika pemerintah memiliki data pelaku usaha yang valid. “Kita perlu mengetahui siapa yang berusaha, di sektor apa mereka bergerak, bagaimana perkembangannya, dan apa saja kebutuhan yang perlu didukung oleh pemerintah,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menekankan bahwa hasil sensus tidak hanya menjadi acuan kebijakan Pemkot, tetapi juga referensi bagi akademisi, investor, pelaku usaha, dan media. Publikasi seperti Kota Banda Aceh Dalam Angka akan bersandar pada data sensus ini.
Illiza mengapresiasi para petugas sensus yang akan bekerja di lapangan. “Saudara-saudara adalah ujung tombak dalam menghasilkan data yang berkualitas. Laksanakan tugas ini dengan penuh integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab,” pesannya.
Wali Kota juga meminta seluruh pelaku usaha—dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga besar—untuk memberikan informasi yang benar dan lengkap saat didatangi petugas. “Keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari ketersediaan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Illiza.
Mengakhiri sambutannya, Illiza menggemaungkan slogan “Data Beutoi, Ekonomi Teuga” sebagai semangat bersama mewujudkan pembangunan berbasis data akurat. Ia mengajak seluruh jajaran Forkopimda, instansi vertikal, akademisi, media, dan komunitas untuk menyukseskan sensus.
Pemkot Banda Aceh menargetkan pendataan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Hasil sensus dijadwalkan rampung dan diumumkan pada tahun yang sama sebagai pijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah.