ACEH — Surat yang ditandatangani Al Thani ditujukan langsung kepada Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa. Isinya mempertanyakan prosedur dan klaim "pandangan kolektif" yang dipakai AFC, UEFA, dan CONCACAF dalam menekan Infantino. Al Thani menegaskan QFA tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan draf maupun mendapat pemberitahuan resmi sebelum surat tersebut dipublikasikan.
Klaim "Suara Asia" Dipertanyakan Anggota Sendiri
"Pandangan kolektif harus dipastikan terlebih dahulu, itu tidak bisa hanya sekadar asumsi, dan tidak dapat diwujudkan hanya dengan deklarasi," tulis Al Thani dalam suratnya yang dikutip Reuters. Ia menambahkan bahwa tidak ada surat yang diedarkan atau kesempatan berkomentar yang diberikan kepada QFA sebelum pernyataan publik dirilis atas nama AFC.
Ini menjadi pukulan telak bagi narasi solidaritas tiga konfederasi yang selama ini digaungkan. Al Thani secara eksplisit menyebut proses pengambilan keputusan di AFC tidak transparan dan gagal memastikan aspirasi seluruh anggota, bukan hanya segelintir federasi.
Pemicu Tekanan ke Infantino dan Sikap Blok Arab
Tekanan untuk melengserkan Infantino berakar dari kontroversi proposal penjualan saham Piala Dunia. Meski rencana itu sudah dibatalkan, tuntutan agar pria asal Swiss tersebut mundur tidak mereda. Di tengah situasi ini, Qatar justru berada di kubu yang berseberangan dengan kepemimpinan AFC.
Qatar bersama sejumlah negara Arab belakangan secara terang-terangan mendeklarasikan dukungan kepada Infantino. Sikap ini mempertegas garis perpecahan di internal FIFA, di mana konfederasi dan asosiasi anggota masih terbelah menjelang kongres pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.
Konsultasi 47 Anggota Jadi Titik Krusial
Al Thani meminta AFC memberikan klarifikasi resmi terkait maksud dan dasar hukum surat terbuka yang dirilis tanpa konsultasi dengan 47 asosiasi anggota. Ia menekankan bahwa deklarasi sepihak tidak bisa menggantikan mandat demokratis dari seluruh federasi di Asia.
Langkah ini membuka babak baru dalam pertarungan politik sepak bola Asia. Pertanyaan besarnya kini mengarah pada sikap federasi-federasi lain: apakah akan mengikuti jejak Qatar atau tetap berada di belakang Sheikh Salman. Keputusan AFC dalam merespons surat QFA akan menjadi penentu arah dukungan Asia pada pemilihan presiden FIFA mendatang.