ACEH — Suara gredek atau decitan yang muncul saat motor matic mulai berjalan sering bikin pengendara was-was. Bunyi ini bukan sekadar gangguan suara—ini indikator bahwa sistem Continuously Variable Transmission (CVT), yang bertugas menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang, sedang bermasalah. CVT bekerja mengatur rasio putaran secara otomatis, jadi setiap komponen di dalamnya harus dalam kondisi prima agar akselerasi tetap responsif.
Bukan Cuma Debu: Tiga Biang Kerok Gredek di CVT
Menurut Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Wahyu Budhi, sumber bunyi gredek paling sering berasal dari area kampas ganda dan mangkok kopling. Saat motor mulai melaju, kampas ganda menempel ke mangkok kopling untuk meneruskan tenaga. Ketika permukaan keduanya sudah tidak ideal, gesekan yang terjadi jadi tidak sempurna dan getarannya terdengar sebagai bunyi gredek.
Ada tiga kondisi utama yang memicu masalah ini:
- Penumpukan debu dari gesekan komponen CVT yang mengurangi daya cengkeram.
- Permukaan mangkok kopling licin (glazing) akibat panas berlebih, membuat kontak dengan kampas ganda tidak optimal.
- Kampas ganda aus—pemakaian terus-menerus membuat permukaannya menipis atau bahkan terbakar, sehingga kemampuan mencengkeram turun drastis.
Selain itu, suara berdecit juga bisa berasal dari V-belt yang mulai kering, getas, atau aus. Kondisi ini mengganggu efisiensi penyaluran tenaga dari mesin ke roda, yang akhirnya terasa sebagai tarikan yang tidak halus.
Jangan Tunggu Muncul Bunyi Baru ke Bengkel
Kebiasaan menunggu muncul bunyi gredek sebelum membuka rumah CVT adalah kesalahan yang paling sering terjadi. Head of Technical Service Division PT WMS, Benedictus F. Maharanto, menegaskan bahwa pemeriksaan berkala seharusnya dilakukan sebelum masalah serius muncul.
"Banyak konsumen baru datang ke bengkel setelah muncul bunyi gredek. Padahal apabila pemeriksaan dilakukan secara berkala, kondisi komponen CVT dapat diketahui lebih awal," ujarnya.
Idealnya, pembersihan dan pemeriksaan CVT dilakukan setiap 2.000 hingga 5.000 km, tergantung kondisi dan pola pemakaian. Buat yang sering melintas di jalan berdebu atau hujan, interval servis sebaiknya lebih pendek. Komponen seperti kampas ganda dan V-belt wajib diganti segera jika sudah menunjukkan tanda keausan, karena menundanya hanya akan merusak komponen lain di sekitarnya.
Perawatan Berkala: Investasi Kecil yang Menghindarkan Biaya Besar
Untuk pengendara Honda di area Jakarta-Tangerang, perawatan bisa dilakukan di jaringan AHASS yang didukung teknisi tersertifikasi dan Honda Genuine Parts (HGP). Pemeriksaan rutin ini bukan sekadar formalitas—dengan mengetahui kondisi komponen lebih dini, performa motor tetap terjaga dan usia komponen jadi lebih panjang.
Intinya, gredek di motor matic bukanlah masalah yang bisa diabaikan. Semakin cepat dicek, semakin kecil risiko kerusakan yang lebih parah—dan semakin tipis kemungkinan dompet jebol untuk biaya penggantian komponen yang seharusnya bisa dihindari.