BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh mengklaim ketangguhan kota dalam menghadapi bencana sudah berada di level delapan dari skala 10. Klaim ini disampaikan Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal dalam sesi berbagi setelah pembukaan Youth City Changers (YCC) 2026, rangkaian Rakernas APEKSI XVIII di Medan, Minggu (28/6/2026).
Menurut Illiza, Banda Aceh telah memiliki berbagai fasilitas pendukung kebencanaan. Mulai dari sirene tsunami, sistem peringatan dini banjir, rumah pompa, jalur evakuasi, hingga gedung evakuasi.
“Namun, yang jauh lebih penting adalah membangun kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Seluruh fasilitas itu terus diperkuat melalui edukasi dan latihan kebencanaan. Tujuannya agar warga paham langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Illiza menegaskan bahwa pengalaman gempa bumi dan tsunami 26 Desember 2004 menjadi fondasi sistem penanggulangan bencana di Banda Aceh hingga kini. Ia menekankan ketangguhan kota bukan diukur dari ada atau tidaknya bencana, melainkan dari kemampuan bangkit dan meminimalkan risiko.
Pemko Banda Aceh juga mengintegrasikan sistem peringatan dini dengan BMKG, memberikan edukasi kebencanaan di sekolah, serta menjalin kerja sama dengan Kota Higashimatsushima dan Sendai, Jepang, untuk pengembangan kapasitas.
Museum Tsunami Aceh, Kapal di Atas Rumah, dan PLTD Apung terus dimanfaatkan sebagai pusat edukasi. Tempat-tempat ini digunakan untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Illiza mengatakan upaya membangun kota tangguh membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, hingga masyarakat. Ia mencontohkan saat banjir melanda Banda Aceh beberapa waktu lalu, Pemko bergerak cepat dengan menetapkan status darurat, membentuk Tim Banda Aceh Peduli, dan memastikan pelayanan dasar tetap berjalan.
“Hal sederhana seperti mengetahui jalur evakuasi dan memahami prosedur penyelamatan saat gempa dapat menyelamatkan banyak nyawa. Karena itu, budaya sadar bencana harus terus kita bangun bersama,” tutup Illiza.