BANDA ACEH — Dokumen Pakta Integritas memuat 14 poin komitmen yang wajib dipatuhi seluruh anggota SC selama menjalankan tugas. Sekretaris SC, Iranda Novandi, membacakan isi pakta di hadapan Dewan Kehormatan, Penasehat, dan Pengurus PWI Aceh.
Dalam pakta tersebut, SC berkomitmen melaksanakan tugas secara profesional, jujur, adil, transparan, dan bertanggung jawab. Seluruh anggota SC menyatakan akan menjunjung tinggi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PWI, Kode Etik Jurnalistik, serta Kode Perilaku Wartawan.
SC juga menegaskan komitmennya menjaga independensi, netralitas, dan objektivitas dalam seluruh tahapan Konferprov XIII. Anggota SC dilarang menjadi calon Ketua PWI Aceh maupun calon Dewan Kehormatan, tidak bergabung dalam tim pemenangan, serta tidak memberikan dukungan kepada calon tertentu.
Anggota SC berkomitmen menghindari konflik kepentingan, tidak menyalahgunakan jabatan maupun kewenangan, serta menjaga kerahasiaan dokumen organisasi. Mereka juga mengedepankan musyawarah, profesionalisme, dan semangat kekeluargaan dalam menyelesaikan setiap persoalan selama konferensi.
Melalui pakta ini, SC menyatakan siap mengawal seluruh proses persidangan dan pemilihan agar berlangsung secara demokratis, tertib, transparan, dan akuntabel. Mereka bersedia menerima evaluasi dan sanksi organisasi apabila terbukti melanggar komitmen yang telah disepakati.
Ketua Steering Committee, Azwani Awi, menyerahkan dokumen Pakta Integritas kepada Ketua Organizing Committee (OC) M. Nazar Ahadi. Penyerahan disaksikan oleh Dewan Kehormatan, Penasehat, serta Pengurus PWI Aceh.
Adapun susunan Steering Committee Konferprov XIII PWI Aceh terdiri dari Ketua Azwani Awi, Sekretaris Iranda Novandi, Pokja Verifikasi Peserta Safriadi, Pokja Verifikasi Bakal Calon Ketua PWI dan Ketua Dewan Kehormatan Imran Joni, serta Pokja Verifikasi Kuorum Azhari Usman.
Azwani mengatakan, penandatangan Pakta Integritas ini menjadi langkah awal untuk memastikan pelaksanaan Konferprov XIII PWI Aceh berjalan sesuai prinsip demokrasi dan transparansi. Ia berharap proses ini menghasilkan kepemimpinan organisasi yang sah, berkualitas, dan bermartabat.