MEDAN — Forum Bisnis dan Investasi yang digelar di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan, pada Kamis (2/7/2026) itu mempertemukan para kepala DPMPTSP dari seluruh kota anggota APEKSI. Kegiatan ini menjadi ajang bagi masing-masing daerah untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengembangan investasi dan meningkatkan daya saing.
Konsep Ice-Business Meeting dan Narasumber Global
Forum mengusung konsep Ice-Business Meeting and Matching. Sejumlah narasumber dari kalangan praktisi investasi, pemerintah, media, hingga mitra internasional dihadirkan untuk membahas strategi menarik investasi di tengah persaingan global.
Salah satu sesi kunci diisi oleh Investment and Business Development Expert, Fajar Informanto. Ia mengangkat tema “Investor Tidak Lagi Dicari, Melainkan Datang Mencari.” Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam membangun ekosistem investasi yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.
Peluang dari Katalonia, Spanyol hingga Kolaborasi Media Nasional
Forum juga membahas peluang perdagangan dan investasi bersama perwakilan Pemerintah Katalonia, Spanyol. Selain itu, peserta mendiskusikan strategi kolaborasi promosi investasi daerah melalui media nasional seperti Databoks Katadata dan IDN.
Kepala DPMPTSP Kota Banda Aceh, M. Ichsan, mengatakan keikutsertaan Pemkot Banda Aceh dalam forum ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jaringan kerja sama.
“Forum ini membuka banyak peluang investasi yang dapat mendukung pembangunan Kota Banda Aceh. Kami memperoleh berbagai masukan, pengalaman, dan informasi mengenai potensi bisnis yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik daerah,” ujarnya.
Strategi Promosi Investasi Banda Aceh ke Depan
Menurut Ichsan, berbagai materi dan diskusi yang diperoleh selama forum akan menjadi referensi dalam memperkuat strategi promosi investasi di Banda Aceh. Ini termasuk membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk menarik investasi yang berkualitas.
Ia berharap partisipasi dalam Forum Bisnis dan Investasi Rakernas APEKSI 2026 dapat meningkatkan daya saing Kota Banda Aceh sebagai daerah tujuan investasi sekaligus membuka peluang kerja sama yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.