SIMEULUE — Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue, Renil Muriansyah Putra, menyatakan penutupan dilakukan untuk memastikan keselamatan pelayaran selama proses perbaikan infrastruktur pelabuhan berlangsung.
Untuk rute Pelabuhan Kuala Bubon, layanan kapal feri sudah dihentikan sejak 12 Juni 2026. Rute ini direncanakan kembali beroperasi pada 7 Juli 2026 setelah perbaikan jembatan di Pelabuhan Sinabang rampung dikerjakan.
Sementara itu, layanan rute Pelabuhan Calang dihentikan selama satu bulan penuh, terhitung mulai 1 Juli hingga 30 Juli 2026. Penutupan ini juga dipicu oleh pekerjaan perbaikan yang sama di Pelabuhan Sinabang.
Meski dua layanan ditutup, Renil memastikan akses masyarakat dari dan ke Pulau Simeulue tetap terlayani. Saat ini, dua rute penyeberangan lain masih aktif beroperasi, yakni menuju Pelabuhan Labuhan Haji di Kabupaten Aceh Selatan dan Pelabuhan Singkil di Kabupaten Aceh Singkil.
Dua kapal yang melayani rute alternatif tersebut adalah KMP Aceh Hebat 1 dan KMP Aceh Hebat 3. Keduanya beroperasi seperti biasa untuk menjamin mobilitas warga dan distribusi logistik.
"Layanan penyeberangan ke daratan Provinsi Aceh tetap berjalan dengan baik, hak-hak masyarakat mendapatkan layanan transportasi laut tetap terpenuhi," kata Renil Muriansyah Putra di Simeulue, Selasa.
Pihak Dinas Perhubungan Simeulue mengimbau masyarakat yang hendak bepergian ke daratan Sumatra atau sebaliknya untuk menyesuaikan jadwal perjalanan dengan rute yang masih beroperasi. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh di kantor pelabuhan setempat.