7 Tempat Ngopi Estetik di Aceh yang Hits, Wajib Coba Lengkap dengan Harga

Penulis: Fajar  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 18:13:31 WIB
Koffie Sepotong di Banda Aceh menyajikan kopi Gayo dengan metode slow bar dalam suasana estetik dinding bata ekspos.

Aroma kopi Gayo sudah lama jadi kebanggaan Aceh. Tapi dalam beberapa tahun ini, cara menikmatinya berubah drastis. Bukan lagi sekadar warung kopi tenda biru, kini bermunculan kafe dengan desain industrial, nuansa alam terbuka, hingga spot foto yang layak masuk feed Instagram. Dari pengalaman ngopi di lima kabupaten/kota di Aceh, berikut tujuh tempat yang paling sering ramai dikunjungi—baik oleh warga lokal maupun perantau yang pulang kampung.

1. Koffie Sepotong, Banda Aceh

Di kawasan Peunayong, Koffie Sepotong menyajikan kopi dengan metode slow bar. Barista di sini hafal betul asal biji kopi yang mereka seduh—mulai dari Gayo Wine hingga Atu Lintang. Tempatnya kecil, hanya muat sekitar 15 orang, tapi estetikanya kuat: dinding bata ekspos, meja kayu panjang, dan lampu temaram.

Harga segelas V60 mulai Rp25.000. Kalau datang akhir pekan, siap antre 10–15 menit. Mereka buka pukul 10.00–22.00 WIB. Lokasi persis di Jalan Teuku Cik Ditiro, dekat simpang Tugu Kopi.

2. Ruba Kopi, Takengon

Berada di pusat perkebunan kopi Gayo, Ruba Kopi menawarkan pengalaman ngopi dengan latar hamparan kebun hijau. Kafe ini semi-outdoor, angin pegunungan langsung masuk tanpa sekat. Kopi yang disajikan adalah single origin dari petani lokal di sekitar Lut Tawar.

Menu andalan mereka adalah Gayo Natural, diseduh dengan teknik tubruk halus. Harganya ramah di kantong: Rp15.000–Rp20.000 per cangkir. Jam buka dari pukul 08.00–18.00 WIB. Akses dari pusat kota Takengon hanya 10 menit naik motor.

3. De’Rumoh Kopi, Banda Aceh

Konsepnya rumah panggung Aceh kuno yang dirombak jadi kafe. De’Rumoh Kopi di Jalan T. Nyak Arief ini punya halaman luas dengan pohon rindang. Suasana sore di sini ramai oleh mahasiswa dan pekerja kantoran yang kabur dari rutinitas.

Minuman favorit adalah Es Kopi Susu Gula Aren dengan harga Rp22.000. Mereka juga jual kue tradisional seperti bhoi dan timphan. Buka setiap hari pukul 09.00–23.00 WIB. Parkir agak terbatas, lebih enak naik motor.

4. Atjeh Coffee Club, Lhokseumawe

Di Jalan Merdeka, kafe ini jadi tempat nongkrong utama anak muda Lhokseumawe. Interiornya didominasi warna hitam dan kuningan, dengan mural pahlawan Aceh di dinding utama. Mereka rutin mengadakan diskusi kopi setiap Sabtu sore.

Harga kopi mulai Rp18.000. Menu non-kopi juga tersedia, seperti matcha latte dan cokelat panas. Buka dari pukul 10.00–22.00 WIB. Tempat ini cukup luas, muat 40 orang, cocok untuk kerja atau rapat santai.

5. Gayo Hills Coffee, Takengon

Berada di tepi Danau Lut Tawar, Gayo Hills Coffee punya pemandangan langsung ke air dan perbukitan. Pagi hari adalah waktu terbaik untuk datang—udara dingin khas Takengon berpadu dengan segelas kopi hitam tubruk.

Mereka menjual biji kopi mentah dan sangrai. Harga segelas kopi mulai Rp20.000. Tempat ini juga sering dikunjungi wisatawan asing yang singgah setelah tracking di Gunung Burni Telong. Jam buka pukul 07.00–17.00 WIB.

6. Warung Kopi Solong, Banda Aceh

Legendaris sejak 1970-an, Warung Kopi Solong di Jalan T. Panglima Nyak Makam adalah ikon ngopi di Aceh. Meski bukan kafe estetik modern, tempat ini punya nilai sejarah dan rasa kopi yang konsisten. Dindingnya dipenuhi foto hitam-putih tokoh Aceh.

Kopi Sanger—kopi susu khas Aceh—jadi primadona dengan harga Rp12.000. Buka 24 jam. Tempat ini selalu ramai, dari sopir truk hingga pejabat daerah duduk berdampingan. Kalau mau suasana lebih sepi, datanglah pukul 02.00–04.00 dini hari.

7. Kala Senja, Sabang

Di ujung barat Indonesia, Kala Senja menawarkan konsep kafe pantai dengan kursi bambu dan lampu hias. Letaknya di Iboih, dekat Taman Laut. Cocok untuk ngopi sambil menunggu matahari tenggelam.

Harga kopi mulai Rp25.000. Mereka juga menyediakan pisang goreng dan roti bakar. Buka pukul 14.00–22.00 WIB. Akses dari Pelabuhan Balohan sekitar 30 menit naik motor sewaan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua kafe di Aceh buka saat bulan puasa?
Tidak. Sebagian besar kafe di Banda Aceh dan Lhokseumawe buka setelah buka puasa hingga sahur. Tapi kafe di Takengon dan Sabang biasanya tetap buka siang hari karena pengunjungnya wisatawan non-Muslim.

Berapa rata-rata harga kopi di kafe estetik Aceh?
Kisaran Rp15.000–Rp35.000 untuk kopi susu atau manual brew. Kopi tubruk di warung legendaris lebih murah, Rp8.000–Rp12.000.

Kafe mana yang punya view danau atau gunung?
Gayo Hills Coffee di Takengon punya view Danau Lut Tawar. Ruba Kopi juga dikelilingi kebun kopi hijau. Di Sabang, Kala Senja menawarkan view laut.

Apa beda Kopi Sanger dengan kopi susu biasa?
Kopi Sanger menggunakan kopi hitam tubruk yang dicampur susu kental manis dan es batu, tanpa susu segar. Rasanya lebih pekat dan manis.

Apakah kafe estetik di Aceh ramah untuk kerja remote?
Ya. Koffie Sepotong, De’Rumoh Kopi, dan Atjeh Coffee Club punya colokan dan Wi-Fi stabil. Gayo Hills juga tenang untuk kerja, tapi sinyal kadang naik-turun.

Ngopi di Aceh bukan cuma soal kafein. Setiap tempat punya cerita—dari barista yang hafal asal biji kopi, hingga pemandangan yang bikin lupa waktu. Coba satu per satu, dan temukan favoritmu sendiri.

Reporter: Fajar
Back to top