BANDA ACEH — Peninjauan dilakukan di TK Gaseh Poma, SDN 27, dan SMPN 4 Banda Aceh. Illiza menyapa para siswa baru, orang tua, serta guru yang hadir di lokasi. Ia menekankan peran ayah bukan sekadar mengantar anak ke sekolah, melainkan juga sebagai fondasi dukungan emosional.
“Kehadiran ayah pada hari pertama sekolah bukan hanya sekadar mengantar, tetapi juga memberikan dukungan emosional yang signifikan bagi rasa percaya diri dan semangat belajar anak,” ujar Illiza dalam sambutannya di sekolah tersebut.
Menurutnya, keterlibatan ayah sejak dini mampu membentuk karakter dan motivasi belajar anak. Hal ini menjadi alasan utama Pemkot Banda Aceh mendorong program GAMAS agar membudaya di lingkungan masyarakat.
Pelaksanaan MPLS di tiga sekolah yang dikunjungi berlangsung tertib. Para siswa baru tampak antusias mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Pihak sekolah memastikan seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dengan pendekatan ramah anak.
Illiza berharap MPLS kali ini menjadi pengalaman berkesan bagi siswa baru. Ia juga mengapresiasi para ayah yang telah meluangkan waktu untuk mengantar anak-anak mereka di hari pertama sekolah.
“Kehadiran ayah adalah dukungan nyata bagi tumbuh kembang dan semangat belajar anak,” tambah Illiza. Dengan adanya program ini, Pemkot Banda Aceh berharap keterlibatan orang tua, terutama ayah, dapat terus ditingkatkan secara konsisten.
Ke depan, program GAMAS diharapkan tidak hanya berjalan saat MPLS, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah dalam mendidik generasi muda di Banda Aceh.