ACEH TENGAH — Di tengah terik matahari siang, Koptu Zaini Saputra terlihat menyatu dengan warga Desa Kerawang. Bersama-sama, mereka memindahkan batako dari tempat penjemuran menuju lokasi pembangunan rumah milik salah satu warga. Bagi aparat kewilayahan ini, kehadiran di tengah masyarakat harus memberikan manfaat konkret, bukan sekadar formalitas.
Koptu Zaini Saputra menyebut kegiatan ini adalah bagian dari tugas pembinaan teritorial yang melekat pada setiap Babinsa. "Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dan masyarakat," ujarnya.
Aksi bahu-membahu ini berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB. Warga setempat menyambut langsung keterlibatan Babinsa dalam pekerjaan fisik yang cukup berat tersebut. Bagi mereka, kehadiran Koptu Zaini bukanlah hal baru—ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan desa, dari kerja bakti hingga acara kemasyarakatan.
Dengan tenaga tambahan dari Babinsa, proses pembangunan rumah warga berjalan lebih cepat. Warga yang terbantu tidak perlu lagi mengangkat batako sendirian atau menyewa tenaga tambahan. Ini meringankan beban biaya dan tenaga, terutama bagi keluarga yang sedang membangun rumah secara swadaya.
Kebersamaan yang terjalin juga memperkuat semangat gotong royong di desa. Warga mengapresiasi kehadiran Babinsa yang tidak hanya datang saat ada masalah keamanan, tetapi juga saat warga membutuhkan bantuan fisik.
Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa hubungan TNI dengan rakyat tidak hanya seremonial. Di Desa Kerawang, kemanunggalan itu dirawat lewat kerja nyata: mengangkat batako, membangun rumah, dan berbagi peluh bersama. Harapannya, pola pendekatan seperti ini terus berlanjut dan menular ke desa-desa binaan lainnya di Aceh Tengah.
Bagi Koptu Zaini, senyum warga saat rumahnya perlahan berdiri adalah upah yang tak ternilai. Itulah esensi pengabdian yang tidak selalu diukur dengan angka, tetapi dengan kehadiran yang dirasakan.