BANDA ACEH — Sebanyak 15 ribu jiwa di Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, bakal mendapatkan akses transportasi yang lebih layak setelah TNI AD membangun jembatan gantung sepanjang 248 meter. Jembatan ini membentang di atas Sungai Alas, menghubungkan Desa Kumbang Jaya di Kecamatan Badar dengan Desa Gulo di Kecamatan Darul Hasanah.
Dansubsatgas Jembatan sekaligus Danrindam IM, Brigjen TNI Ali Imran, mengatakan proyek ini merupakan respons langsung terhadap kondisi darurat di lapangan. Wilayah tersebut sebelumnya tidak memiliki akses penyeberangan, sementara arus deras Sungai Alas kian meluas setelah bencana banjir dan tanah longsor pada akhir 2025 lalu.
Mengapa Jembatan Ini Mendesak?
Pembangunan infrastruktur ini menjadi urat nadi bagi mobilitas warga lokal, terutama anak-anak sekolah yang selama ini kesulitan menjangkau lokasi pendidikan. Brigjen Ali Imran menegaskan bahwa jembatan ini akan bermanfaat bagi aktivitas sehari-hari, pendidikan anak sekolah, hingga pemulihan ekonomi masyarakat.
"Semoga jembatan ini nantinya bermanfaat bagi masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, pendidikan anak sekolah, hingga pemulihan ekonomi," tambah Brigjen TNI Ali Imran dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh, Senin.
Lebih Panjang dari Jembatan di Aceh Tamiang
Jembatan gantung ini memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh jembatan perintis di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, yang memiliki panjang 240 meter. Dengan bentangan 248 meter, jembatan di Desa Kumbang Jaya kini menjadi yang terpanjang di Aceh.
"Jembatan di Sekerak Aceh Tamiang 240 meter. Namun ini lebih panjang, terbentang 248 meter di atas Sungai Alas. Mudah-mudahan Agustus ini sudah rampung," ujar Brigjen Ali Imran.
Pengerjaan di Medan Berat, Personel TNI Terus Mengebut
Dandim 0108/Aceh Tenggara, Letkol Czi Arya Murdyantoro, menyampaikan bahwa seluruh personel di lapangan terus mengebut pengerjaan fisik jembatan. Hambatan utama yang dihadapi adalah akses menuju lokasi yang cukup jauh dan sulit dijangkau.
"Pengerjaan jembatan ini terus kami kebut. Memang terdapat sejumlah hambatan, terutama akses menuju lokasi yang cukup jauh dan sulit dijangkau. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat kami," demikian Letkol Czi Arya.
Dirinya menegaskan, pengerjaan jembatan ini merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo melalui Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku Dansatgas Jembatan. Jajaran TNI AD berkomitmen penuh untuk menuntaskan pemulihan infrastruktur di daerah terdampak bencana agar aktivitas warga cepat kembali normal.