BANDA ACEH — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengingatkan seluruh komisioner Baitul Mal kabupaten dan kota bahwa transparansi adalah harga mati dalam mengelola dana umat. Menurutnya, tanpa keterbukaan, mustahil lembaga yang lahir dari amanat MoU Helsinki ini bisa dipercaya publik.
“Dalam pengelolaan zakat, sedekah dan wakaf, transparansi adalah hal yang paling penting. Insya Allah kalau transparan, rakyat pasti percaya kepada Baitul Mal. Ini salah satu kuncinya,” kata Dek Fadh di hadapan peserta rakor di Aula Hotel Rasamala.
Dek Fadh mencontohkan pengelolaan Wakaf Baitul Asyi di Arab Saudi. Lembaga itu, kata dia, hingga kini konsisten menyalurkan manfaat wakaf khusus untuk masyarakat Aceh sesuai ikrar yang ditetapkan bertahun-tahun lalu.
“Walaupun pernah ada keinginan agar hasil wakaf itu bisa dialihkan untuk seluruh masyarakat Indonesia, tetapi tidak bisa karena dalam ikrar wakaf sudah sangat jelas diperuntukkan bagi masyarakat Aceh. Nazirnya tetap teguh menjalankan amanah tersebut,” ujarnya.
Pemerintah Aceh juga telah mengusulkan ketentuan baru dalam