NAGAN RAYA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 30 hektare melanda kawasan gambut di Desa Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera langsung mengerahkan satu regu Manggala Agni untuk menjinakkan api.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera pada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan regu yang diterjunkan berasal dari Daops Sumatera I/Sibolangit. "Satu regu pemadam terdiri dari 15 personel," katanya saat dihubungi dari Banda Aceh, Jumat.
Ferdian menjelaskan, lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut dengan tipe kebakaran permukaan dan bawah tanah. Vegetasi di lokasi terdiri dari anakan kayu, semak belukar, tanaman pakis, dan sawit. Fungsi lahan tersebut adalah Hak Guna Usaha (HGU).
Kondisi cuaca saat operasi pemadaman berlangsung pada Kamis (16/7) cukup bervariasi. Pagi dan sore hari berawan, sementara siang cerah. Kecepatan angin di area kebakaran mencapai 10 kilometer per jam.
Akses menuju lokasi kebakaran menjadi tantangan tersendiri. Tim pemadam harus menempuh perjalanan sekitar satu jam 30 menit dari posko yang berada di Kantor Socfindo Seumanyam.
"Hari ini tim Manggala Agni masih melakukan operasi pemadaman," ujar Ferdian. Sumber air untuk memadamkan api berasal dari kanal yang ada di kawasan tersebut.
Selain Manggala Agni, pemadaman juga melibatkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya dan personel Polsek Alue Bilie, Polres Nagan Raya. Kolaborasi ini dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran.
Belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerugian materi akibat kebakaran ini. Tim di lapangan masih fokus pada upaya pemadaman dan pendinginan lahan gambut yang rawan api bawah tanah.