Krisis BBM di Aceh Tenggara, Tiga SPBU Tutup Sementara, Warga Antre Berjam-jam hingga Beli ke Pengecer

Penulis: Saiful  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 12:53:01 WIB
Antrean kendaraan terlihat mengular di SPBU Lawe Desky, Kecamatan Babul Makmur, menyusul penutupan tiga SPBU di Aceh Tenggara akibat kehabisan stok BBM.

ACEH TENGGARA — Tiga SPBU di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, terpaksa menutup sementara operasionalnya akibat kehabisan stok BBM jenis Pertalite dan Biodiesel. SPBU yang tutup meliputi SPBU Lawe Kihing dan SPBU Kuning di Kecamatan Bambel, serta SPBU Kampung Melayu di Kecamatan Babussalam.

Kondisi ini memicu antrean panjang di SPBU yang masih beroperasi, seperti di SPBU Lawe Desky, Kecamatan Babul Makmur. Namun, stok Pertalite dan Biodiesel di lokasi itu juga telah habis, sehingga warga hanya bisa menunggu atau mencari alternatif lain.

Warga Terpaksa Beli ke Pengecer dengan Harga Lebih Tinggi

Masyarakat yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari kini hanya memiliki dua pilihan: mengantre berjam-jam di SPBU atau membeli Pertalite dari kios pengecer dengan harga yang lebih mahal. Kelangkaan ini dikeluhkan oleh berbagai kalangan, mulai dari aparatur sipil negara (ASN) hingga pedagang keliling.

Husaini Amin, seorang ASN di Aceh Tenggara, mengaku resah karena antrean panjang membuatnya berisiko terlambat memberikan pelayanan publik. "Ini bisa membuat semuanya terlambat, jadi bagaimana kita memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai ASN," ujarnya.

Pedagang Keliling dan Sopir Angkutan Umum Paling Terdampak

Herman, seorang pedagang keliling, mengaku aktivitas jualannya lumpuh karena sulit mendapatkan BBM. Ia terpaksa membeli dari pengecer dengan harga yang lebih tinggi dari harga normal. "Kalau kelangkaan terus terjadi, akan menyulitkan dan berdampak terhadap pedagang keliling," katanya.

Senada dengan Herman, Annazri, sopir angkutan umum pedesaan, menyebut waktu operasionalnya terganggu akibat harus mengantre panjang. "Apabila terdesak harus beli di kios pengecer," ujarnya.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina atau pemerintah daerah setempat mengenai penyebab pasti kelangkaan BBM di Aceh Tenggara. Warga berharap pasokan segera normal agar aktivitas ekonomi dan pelayanan publik tidak terus terganggu.

Reporter: Saiful
Sumber: mitrapost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top