BLANGKEJEREN — Antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, hingga akhir pekan lalu. Kondisi ini sudah berlangsung sejak sepekan terakhir akibat pasokan BBM yang tidak lancar.
Warga mengeluhkan situasi ini lantaran harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengisi bahan bakar kendaraan. Salah seorang warga di Blangkejeren mengatakan, kelangkaan ini sangat menguras waktu dan tenaga.
"Sudah seminggu BBM langka. Untuk mendapatkan BBM di SPBU, kami harus mengantre berjam-jam," kata warga tersebut, Sabtu (18/7/2026).
Beberapa warga yang tidak sabar mengantre di SPBU memilih membeli BBM dari pengecer. Namun, harganya jauh lebih mahal, yakni Rp18.000 per liter. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan harga resmi di SPBU yang seharusnya berlaku.
Praktik pembelian eceran ini menjadi pilihan terakhir bagi warga yang membutuhkan BBM untuk keperluan darurat atau aktivitas sehari-hari yang tidak bisa ditunda.
Kelangkaan BBM yang berkepanjangan mulai berdampak langsung pada mobilitas dan perekonomian masyarakat Gayo Lues. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini.
Mereka meminta agar pasokan BBM sesuai kebutuhan dapat dikirimkan secara tepat waktu ke daerah tersebut. "Karena kondisi ini sudah berlangsung cukup lama tanpa ada solusi, yang sangat mengganggu aktivitas dan perekonomian masyarakat," ujar warga tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Gayo Lues maupun pihak Pertamina terkait penyebab dan langkah penanganan kelangkaan BBM di Blangkejeren. Warga berharap pemerintah provinsi dan pusat turun tangan untuk memastikan distribusi BBM kembali normal.
Kelangkaan BBM di daerah dataran tinggi Aceh ini bukan kali pertama terjadi. Kondisi geografis dan akses distribusi kerap menjadi kendala utama pasokan energi ke wilayah Gayo Lues.