Pencarian

Kebutuhan Listrik Bali Tumbuh 8,02 Persen, PLN Siapkan Tambahan Pasokan 2,74 GW

Sabtu, 18 Juli 2026 • 16:42:01 WIB
Kebutuhan Listrik Bali Tumbuh 8,02 Persen, PLN Siapkan Tambahan Pasokan 2,74 GW
PLN mencatat pertumbuhan kebutuhan listrik Bali mencapai 8,02 persen seiring aktivitas ekonomi dan pariwisata yang meningkat.

ACEH — Denpasar — Lonjakan kebutuhan listrik di Bali tak bisa dianggap enteng. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali Ajrun Karim mengungkapkan, pertumbuhan konsumsi listrik mencapai 8,02 persen, mencerminkan denyut ekonomi dan pariwisata yang hampir tanpa henti. "PLN harus terus hadir menyiapkan pasokan listrik yang cukup, andal, dan berkelanjutan," ujarnya di Denpasar, Kamis.

Saat ini, PLN UID Bali melayani sekitar 1,96 juta pelanggan dengan beban puncak mendekati 1.300 megawatt (MW). Uniknya, selisih antara beban dasar dan beban puncak di Bali relatif kecil. Artinya, konsumsi listrik tetap tinggi sepanjang hari, bukan hanya pada jam sibuk.

Tambahan Kapasitas 2,74 GW dan Infrastruktur Pendukung

Untuk menjawab tantangan itu, PLN menyiapkan rencana besar dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Total penambahan kapasitas pembangkit mencapai 2,74 gigawatt (GW). Rinciannya, 886,8 MW dari pembangkit EBT, 307,5 MW dari sistem penyimpanan energi, dan 1.550 MW dari pembangkit berbasis gas sebagai energi transisi.

Bukan hanya pembangkit, jaringan transmisi juga akan diperkuat. PLN berencana membangun 885 kilometer jaringan transmisi baru, menambah kapasitas gardu induk sebesar 3.320 MVA, serta memperluas jaringan distribusi. "Ini fondasi untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan sekaligus mengurangi ketergantungan Bali terhadap pasokan dari luar pulau," tegas Ajrun.

Tantangan di Lapangan: dari Lahan hingga Regulasi

Meski ambisius, implementasi RUPTL di Bali tak tanpa hambatan. Ajrun menyebut sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan ruang pembangunan, aspek estetika kawasan, nilai sosial budaya dan spiritual masyarakat, hingga persoalan teknis, regulasi, dan pembiayaan. "Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan transisi energi," imbuhnya.

Saat ini, sistem kelistrikan Bali masih ditopang pasokan dari Pulau Jawa melalui jaringan interkoneksi Jawa-Bali. Sebagian pembangkit lokal juga masih mengandalkan energi fosil. Karena itu, pengembangan EBT menjadi strategi kunci untuk mewujudkan kemandirian energi.

Target Net Zero Emission 2045

Head of Bali Net Zero Project Institute for Essential Services Reform (IESR) Cita Febronia Utami menambahkan, target Net Zero Emission Bali 2045 membutuhkan kebijakan berbasis bukti. Regulasi yang kuat, investasi, teknologi, sumber daya manusia, dan kolaborasi lintas sektor mutlak diperlukan. "Perencanaan potensi energi terbarukan yang matang akan menjadi kunci membangun sistem energi Bali yang berkelanjutan dan berdaya saing," ujarnya.

Dengan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata yang terus menggeliat, langkah PLN mempercepat Bali Mandiri Energi bukan sekadar proyek kelistrikan. Ini adalah fondasi agar Pulau Dewata tak hanya terang, tapi juga hijau dan mandiri.

Bagikan
Sumber: bali.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks