Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke Thailand yang Fasilitasi Pemulangan Hampir 1.000 WNI Korban Online Scam

Penulis: Fajar  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:29:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Thailand atas fasilitasi pemulangan hampir 1.000 WNI korban online scam.

ACEH — Apresiasi itu disampaikan Prabowo setelah proses penyelamatan dan pemulangan para korban yang berlangsung sejak tahun lalu. Otoritas Thailand berhasil membebaskan para WNI dari sejumlah pusat operasional online scam yang berlokasi di wilayah perbatasan negara tersebut.

"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas nama bangsa Indonesia kepada Pemerintah Thailand atas bantuannya dan kerja sama yang erat yang telah membantu fasilitasi pemulangan warga negara Indonesia yang menjadi korban online scam. Jumlahnya cukup besar, mendekati hampir 1.000 Warga Negara Indonesia," kata Prabowo usai pertemuan bilateral dengan PM Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Modus Kejahatan dan Kerja Sama Intelijen yang Diperkuat

Prabowo menegaskan bahwa online scam merupakan kejahatan transnasional yang harus diberantas secara kolektif. Bentuk kerja sama yang disepakati tidak hanya berhenti pada repatriasi korban, tetapi mencakup penguatan pertukaran informasi dan intelijen, serta investigasi bersama antara aparat penegak hukum kedua negara.

"Ke depan kami sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam pertukaran informasi dan intelijen, juga kerja sama investigasi bersama," ujar dia.

Selain itu, kedua negara berkomitmen melakukan pelacakan aliran keuangan untuk memutus rantai ekonomi sindikat penipuan daring. Koordinasi antaraparat penegak hukum juga akan ditingkatkan untuk membongkar jaringan yang selama ini beroperasi lintas batas.

Mekanisme Baru Perlindungan Korban di ASEAN

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Anutin mendukung pengembangan kerangka kerja sama Transnational Referral Mechanism (TRM). Mekanisme ini dirancang untuk mempercepat proses identifikasi dan pemulangan korban secara aman serta bermartabat, sekaligus memperkuat pemberantasan kejahatan transnasional di kawasan.

"Kami mendorong untuk terus optimalkan mekanisme yang ada bagi penguatan kerja sama isu-isu keamanan dan pertahanan, termasuk melalui Indonesia-Thailand High Level Committee dan Indonesia-Thailand Security Dialogue," jelas Prabowo.

PM Anutin menyambut baik langkah tersebut dan mengajak Indonesia mempererat kolaborasi tidak hanya dalam menangani online scam, tetapi juga perdagangan orang serta perdagangan narkotika. Ia menekankan pentingnya kerja sama yang kokoh di dalam ASEAN untuk memberantas kejahatan ini secara menyeluruh.

"Kemudian, Thailand dan Indonesia juga harus mendorong kerja sama yang kokoh di dalam ASEAN untuk memberantas online scam. Thailand selalu siap untuk meningkatkan kerja sama untuk memberantas kejahatan ini," ujar dia.

Krisis Kemanusiaan di Balik Angka Repatriasi

Pemulangan hampir 1.000 WNI ini menyoroti besarnya skala perdagangan orang yang berkedok lowongan kerja di kawasan perbatasan. Para korban umumnya dijanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi, namun justru dipaksa bekerja di pusat-pusat penipuan daring yang dikendalikan sindikat internasional.

Angka tersebut juga menjadi indikator bahwa modus kejahatan ini masih masif di Asia Tenggara. Kerja sama bilateral yang diperkuat hari ini diharapkan mampu menekan jumlah korban baru serta memastikan proses pemulangan berjalan lebih cepat bagi mereka yang masih terjebak.

Reporter: Fajar
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top