ACEH — Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat erupsi Sinabung mulai terekam pukul 10.17 WIB dengan kolom abu berwarna hitam pekat yang condong ke arah timur dan tenggara. Aktivitas vulkanik ini terjadi di tengah status gunung yang masih bertahan di Level II atau Waspada, sehingga sejumlah aturan main untuk pengunjung dan warga sekitar langsung diberlakukan.
Zona larangan aktivitas ditetapkan pada radius 3 kilometer dari kawah aktif. Selain itu, area sektoral sejauh 4,5 kilometer ke arah selatan-tenggara juga wajib dikosongkan dari aktivitas manusia.
Desa-desa yang sebelumnya sudah direlokasi tidak boleh dimasuki, baik oleh warga maupun wisatawan. Pelanggaran terhadap rekomendasi ini bukan sekadar soal administratif—risiko keselamatan langsung mengancam siapa pun yang nekat mendekat.
Bagi pelancong yang hendak menikmati hamparan kebun teh Berastagi atau keindahan alam khas dataran tinggi Karo, petualangan ke area sekitar Sinabung sebaiknya ditunda dulu. Abu vulkanik yang terbawa angin ke arah timur dan tenggara berpotensi mengganggu jarak pandang serta kualitas udara di sekitar lereng gunung.
Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan berlangsung lebih dari satu jam. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menyatakan kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal sejak pagi tadi.
Warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung diminta meningkatkan kewaspadaan. Material vulkanik hasil erupsi bisa terbawa hujan dan berubah menjadi lahar dingin yang mengalir deras ke sungai-sungai di bawahnya.
Kondisi ini membuat pemerintah daerah setempat berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung dan PVMBG untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik. Informasi terbaru mengenai status dan potensi bahaya akan disampaikan langsung ke masyarakat melalui kanal resmi.
Jika kamu tetap berada di kawasan sekitar Sinabung atau berencana melintas di wilayah Karo, patuhi larangan memasuki zona bahaya dan pantau terus informasi dari Pos Pengamatan Gunung Api setempat. Hindari aktivitas di luar ruangan saat abu vulkanik sedang turun, dan gunakan masker jika harus beraktivitas di luar.
Untuk kabar terkini mengenai aktivitas vulkanik dan pembukaan kembali area wisata, konfirmasi langsung ke dinas pariwisata Kabupaten Karo atau akun resmi Badan Geologi. Kondisi gunung bisa berubah sewaktu-waktu, dan keputusan untuk tetap aman selalu berada di tanganmu.