Telkomsel Perkuat Bisnis AI, Danantara Beri Dukungan Penuh

Penulis: Ragil  •  Selasa, 01 September 2026 | 15:18:32 WIB
Direktur Utama Telkomsel Dony Oskaria menyampaikan arahan strategi penguatan bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam rapat bersama direksi di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

ACEH — Telkomsel tidak lagi cukup menjadi operator telekomunikasi yang hanya menjual paket data. Di bawah tekanan perubahan teknologi yang cepat, perusahaan pelat merah ini mulai memposisikan diri sebagai pemain aktif dalam ekosistem ekonomi digital berbasis AI.

Dalam rapat bersama direksi, Dony Oskaria menegaskan bahwa perusahaan teknologi dan telekomunikasi harus tetap lincah menghadapi perkembangan zaman. Ia menyebut AI sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan jangka panjang Telkomsel.

"Telkomsel memfokuskan strategi bisnis untuk memperkuat pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai salah satu pendorong pertumbuhan jangka panjang perusahaan," ujar Dony dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Dari Operator Data ke Pemain Ekonomi Digital

Transformasi ini tidak sekadar menambah fitur berbasis AI pada layanan yang ada. Dony menekankan bahwa Telkomsel harus bergeser dari sekadar penyedia konektivitas data menjadi pemain yang terlibat langsung dalam rantai nilai ekonomi digital.

Perubahan tersebut, menurut dia, membuka peluang bagi Telkomsel untuk mengembangkan model bisnis baru. Terutama seiring meningkatnya kebutuhan teknologi AI di berbagai sektor, mulai dari industri, pemerintahan, hingga layanan publik.

"Ke depan, perkembangan industri telekomunikasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyediakan jaringan dan konektivitas, tetapi juga oleh kesiapan perusahaan dalam menangkap peluang teknologi masa depan," ucap Dony.

Lawan Bukan Sesama Operator, Melainkan Masa Depan

Dony mengingatkan bahwa tantangan terbesar industri telekomunikasi bukanlah persaingan antarperusahaan. Justru yang paling menentukan adalah kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan konsumen yang terus bergeser.

Ia pun mendorong kolaborasi antar pelaku industri untuk membangun ekosistem yang sehat dan tahan terhadap disrupsi. Menurutnya, berbagi sumber daya atau infrastruktur bukanlah masalah selama industri secara keseluruhan bisa tumbuh.

"Karena lawannya bukan kita, lawannya adalah masa depan. Mari kita diskusikan apa yang bisa di-sharing, juga enggak ada masalah, tapi kita bikin industrinya sehat," kata Dony.

Harapan Danantara: Percepat Transformasi Telkomsel

Melalui penguatan bisnis berbasis AI, Dony berharap Telkomsel mampu mempercepat transformasi dan memperluas sumber pendapatan baru. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya membangun industri telekomunikasi yang lebih adaptif dan inovatif.

Dukungan dari Danantara — holding investasi yang membawahi sejumlah BUMN — menjadi sinyal bahwa arah strategis Telkomsel sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong adopsi teknologi digital di perusahaan negara.

Bagi konsumen, pergeseran ini berpotensi menghadirkan layanan yang lebih personal dan efisien, misalnya dalam bentuk rekomendasi data, layanan pelanggan berbasis AI, hingga solusi digital untuk perusahaan. Namun, dampaknya baru akan terasa dalam beberapa tahun ke depan seiring implementasi teknologi tersebut.

Telkomsel kini berada di persimpangan: tetap bertahan sebagai operator konektivitas, atau berani melompat menjadi perusahaan teknologi berbasis AI. Dengan dukungan penuh dari Danantara, pilihan kedua tampaknya sudah bulat.

Reporter: Ragil
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top