KUTACANE — Letkol Czi Arya Murdyantoro menegaskan, pengawasan langsung di lapangan merupakan langkah penting untuk mengidentifikasi kendala sejak dini. Dengan begitu, solusi dapat segera dicari tanpa mengorbankan mutu pekerjaan dan keselamatan warga yang nantinya akan menggunakan jembatan tersebut.
Dalam peninjauan itu, Dandim didampingi pengawas lapangan yang juga Danposramil Ketambe, Peltu Jumadin Selian. Mereka memeriksa secara detail tahapan pengerjaan lubang pondasi, mulai dari ukuran, kedalaman, hingga proses pelaksanaannya di lokasi.
Selama ini, keterbatasan akses menjadi keluhan utama warga Lawe Pinis. Aktivitas menuju lahan pertanian, mengangkut hasil kebun, hingga memenuhi kebutuhan sosial-ekonomi kerap terhambat, terutama saat musim hujan.
Kehadiran Jembatan Gantung Perintis diharapkan mengubah kondisi itu. Mobilitas warga akan jauh lebih mudah, aman, dan efisien. Dampaknya langsung terasa pada aktivitas perekonomian, khususnya dalam pengangkutan dan pemasaran hasil pertanian dan perkebunan.
Perhatian khusus Letkol Arya tertuju pada elemen fundamental struktur bangunan: pondasi. Sebagai penopang utama, pondasi menentukan kekuatan, kestabilan, dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang.
“Pondasi merupakan salah satu bagian penting dalam menentukan kekuatan dan ketahanan jembatan. Karena itu, setiap pekerjaan harus benar-benar diperhatikan, mulai dari ukuran, kedalaman hingga proses pengerjaannya. Kita ingin jembatan ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memiliki kualitas yang baik dan aman digunakan masyarakat,” ujar Letkol Czi Arya Murdyantoro di sela peninjauan.
Pernyataan itu menegaskan bahwa target penyelesaian pembangunan tidak boleh mengorbankan standar kualitas, keamanan, dan ketahanan konstruksi. Seluruh pekerjaan wajib dilakukan secara teliti oleh para pihak yang terlibat di lapangan.
Dandim mengapresiasi tinggi partisipasi warga setempat yang turut membantu pekerjaan melalui pola padat karya. Keterlibatan ini dinilai mempercepat proses pembangunan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas bersama.
“Antusiasme masyarakat sangat baik. Warga ikut membantu pekerjaan di lapangan karena mereka juga merasakan langsung kebutuhan terhadap jembatan ini. Dengan adanya gotong royong seperti ini, pekerjaan dapat lebih cepat dan hubungan antara TNI dengan masyarakat juga semakin erat,” jelasnya.
Letkol Arya menekankan, sinergi antara TNI dan masyarakat merupakan faktor penting dalam kelancaran pembangunan di wilayah. Kerja sama yang solid disebutnya akan membuat pekerjaan berjalan lebih maksimal.
“Kita berharap seluruh personel dan masyarakat tetap menjaga semangat gotong royong. Pekerjaan ini merupakan kepentingan bersama. Semakin baik koordinasi dan kerja sama di lapangan, tentu pembangunan juga dapat berjalan lebih maksimal,” pungkasnya.
Melalui pengawasan berkelanjutan dan dukungan aktif warga, Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis ditargetkan rampung sesuai rencana. Setelah beroperasi, jembatan ini diproyeksikan menjadi akses vital yang berkontribusi pada peningkatan konektivitas dan kesejahteraan warga Desa Lawe Pinis serta wilayah sekitarnya.