Mahasiswa Biosains Hewan UTU Pelajari Ekosistem Pesisir di Mangrove Aceh Jaya, Teken Kerja Sama dengan AMI

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:31:31 WIB
Mahasiswa Biosains Hewan UTU mengikuti kunjungan lapangan di kawasan mangrove Aceh Jaya.

CALANG — Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mata kuliah Pengantar Biosains Hewan yang memberi ruang bagi mahasiswa belajar langsung di alam terbuka. Dua dosen pengampu, M. Farhan Putra Emil, M.Si., dan Zahra Rodliyatam Mardliyah, M.Si., mendampingi mahasiswa selama pengamatan di kawasan vegetasi mangrove.

Mengamati Fauna Pesisir hingga Belajar Pembibitan Mangrove

Agenda dibuka dengan kunjungan ke Kawasan Ekowisata Mangrove Aceh Jaya. Di lokasi itu, mahasiswa mengamati keanekaragaman fauna pesisir yang hidup di kawasan mangrove.

Rombongan kemudian bergerak ke area nurseri AMI untuk mempelajari proses pembibitan dan tahapan penyemaian tanaman mangrove. Mahasiswa diajak menghubungkan teori di kelas dengan kondisi lapangan, termasuk interaksi antara fauna, tumbuhan, dan aktivitas masyarakat pesisir.

AMI Berstatus Penerima Kalpataru 2026

Lembaga mitra dalam kegiatan ini, Aceh Jaya Mangrove Institute, merupakan penerima penghargaan Kalpataru 2026. Status itu menjadi salah satu pertimbangan UTU menggandeng AMI sebagai ruang belajar lapangan bagi mahasiswa Biosains Hewan.

Direktur AMI, Abdul Hadi, S.Pd., memimpin diskusi soal perkembangan dan tantangan konservasi kawasan mangrove. Abdul Hadi yang juga pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh itu menjelaskan strategi pemanfaatan kawasan secara berkelanjutan saat mendampingi rombongan berkeliling kawasan wisata Ujong Krueng.

"Kawasan mangrove ini berfungsi sebagai laboratorium alami. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menghubungkan teori akademis dengan praktik nyata pengelolaan sumber daya alam," ujar Abdul Hadi.

Sarasehan dan Penandatanganan SPK

Usai pengamatan, peserta mengikuti sarasehan untuk membahas pengelolaan ekosistem pesisir lebih lanjut. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen kerja sama antara UTU dan AMI.

Ketua Jurusan Biosains Hewan UTU, Fajar Okta Widarta, M.Pd., menyebut pengalaman belajar langsung di lapangan sebagai langkah awal mengembangkan program penelitian dan konservasi bersama.

"Kerja sama ini memperluas ruang belajar mahasiswa. Pengalaman langsung di habitat fauna tropis menjadi modal penting dalam menyiapkan lulusan yang paham cara mengelola ekosistem secara berkelanjutan," tutup Fajar.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan siang bersama di kawasan pesisir Pantai Ujong Pusong.

Reporter: Yasir
Sumber: nukilan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top