ACEH TAMIANG — Rehabilitasi Terminal Tipe B Aceh Tamiang menyasar sejumlah fasilitas utama yang selama ini dinilai kurang memadai. Kepala Dinas Perhubungan Aceh T. Faisal menyebut peningkatan mencakup jumlah loket dari 8 menjadi 12 unit, luas ruang tunggu dari 40 menjadi 168 meter persegi, kantin dari 2 menjadi 4 unit, serta toilet pria dan wanita dari 2 menjadi 6 unit.
Penataan kantor petugas dilakukan agar lebih terintegrasi. Pekerjaan juga mencakup penyediaan akses bagi penyandang disabilitas, ruang laktasi, dan fasilitas ATM.
Pembenahan musala dan pagar terminal turut masuk dalam paket rehabilitasi. Tampilan bangunan diperbarui agar lebih modern.
Terminal Tipe B Aceh Tamiang berfungsi sebagai simpul transportasi antarkota dalam provinsi. Posisinya juga menjadi pintu masuk Aceh dari Sumatera Utara.
Kerusakan akibat banjir pada akhir tahun lalu membuat operasional terminal tidak berjalan normal. Pemerintah Aceh menargetkan fasilitas transportasi itu segera kembali melayani masyarakat.
"Terminal ini sangat vital bagi masyarakat. Kami mengharapkan percepatan penyelesaian pembangunan agar pemanfaatannya dapat segera pulih," ujar Pj Sekda Aceh Taufik saat meninjau lokasi.
Taufik menilai progres rehabilitasi menunjukkan peningkatan. Ia berharap pihak rekanan mengoptimalkan pelaksanaan pekerjaan agar penyelesaian sesuai target.
Menurutnya, terminal tidak boleh terlalu lama menunggu untuk kembali melayani masyarakat. Kunjungan peninjauan itu turut dihadiri Plh Inspektur Aceh T. Aznal Zahri dan sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).
Faisal menyatakan rehabilitasi ini bagian dari upaya pemerintah memulihkan fasilitas transportasi terdampak bencana. Pekerjaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Sejumlah fasilitas ditingkatkan, di antaranya jumlah loket dari 8 menjadi 12 unit dan luas ruang tunggu dari 40 menjadi 168 meter persegi. Fasilitas kantin juga bertambah dari 2 menjadi 4 unit, sedangkan fasilitas toilet pria dan wanita meningkat dari 2 menjadi 6 unit," ujar Faisal.
Peningkatan fasilitas diharapkan memberi kenyamanan, keamanan, dan kemudahan akses bagi pengguna jasa angkutan. Terminal ini melayani mobilitas warga antarkota dalam provinsi setiap hari.
Keberadaan terminal juga memperkuat konektivitas antara Aceh dan Sumatera Utara. Arus penumpang dari kedua arah melewati simpul transportasi tersebut.
"Kami berharap rehabilitasi ini dapat diselesaikan sesuai target sehingga terminal segera kembali melayani masyarakat dengan fasilitas yang lebih baik, aman, dan nyaman," ujar T. Faisal.
Pemerintah Aceh menargetkan seluruh pekerjaan rampung sesuai jadwal tahun anggaran 2026. Setelah selesai, Terminal Tipe B Aceh Tamiang diharapkan kembali berfungsi optimal sebagai simpul transportasi pendukung mobilitas masyarakat.