SIMPANG MAMPLAM — Peninjauan berpusat di Gampong Rhuem Barat, Jumat (16/10/2026) sore. Bupati Mukhlis menyusuri alur irigasi Lueng Asan bersama Sekretaris BPBD Bireuen Fauzan, Camat Simpang Mamplam Mukhsin, dan Keuchik Rhuem Barat Zulfa.
Hasil peninjauan menemukan saluran mengalami penyempitan serta tumpukan sampah dan ranting kayu. Kedua hal itu menghambat aliran air. Ketika debit meningkat akibat hujan deras, saluran meluap dan menggenangi permukiman penduduk.
Keuchik Rhuem Barat Zulfa menyebut kawasan permukiman di gampongnya kerap terdampak genangan akibat luapan irigasi. Padatnya rumah penduduk membuat warga semakin khawatir setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Alur irigasi Lueng Asan melintasi tujuh gampong di Kemukiman Tiga. Ketujuhnya adalah Gampong Rhuem Barat, Rhuem Timu, Rhuem Baroh, Balee, Ie Rhop, Blang Mane, dan Geulumpang.
Bupati menegaskan Pemkab Bireuen akan segera melakukan normalisasi irigasi Lueng Asan sebagai upaya mengurangi risiko banjir yang selama ini mengancam warga.
"Kita lakukan normalisasi segera. Namun, saya juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke saluran. Setelah ditangani, mari kita jaga dan rawat bersama agar fungsinya optimal," tegasnya.
Mukhlis menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta fasilitas umum. Menurutnya, penanganan infrastruktur perlu diikuti kesadaran bersama agar saluran air tetap berfungsi dengan baik.
"Infrastruktur yang sudah kita benahi harus dijaga bersama agar manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang," harapnya.
Pemkab Bireuen telah menyiagakan satu unit ekskavator di lokasi untuk mendukung pengerukan dan memperlancar aliran air. Alat berat itu menjadi penopang utama normalisasi saluran yang mengalami penyempitan di sejumlah titik.
Pemkab Bireuen berharap normalisasi irigasi Lueng Asan dapat memperlancar aliran air dan meminimalkan risiko banjir yang selama ini mengancam permukiman warga di tujuh gampong Kemukiman Tiga, Kecamatan Simpang Mamplam.