BANDA ACEH — Penyerahan dokumen berlangsung di tengah guyuran hujan lebat di kawasan Simpang Lima. Muhammad Saman datang bersama sejumlah pimpinan media dan tokoh pers Aceh, antara lain Aldin NL dari Waspada Aceh, Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Aceh Sulaiman, serta Ketua Dewan Kehormatan Provinsi PWI Aceh HT Anwar Ibrahim. Anggota tim pemenangan turut mendampingi.
Berkas yang diserahkan memuat persyaratan pencalonan, termasuk dukungan anggota sesuai ketentuan panitia. Berdasarkan Daftar Pemilih Sementara sekitar 320 orang, dukungan minimal 10 persen yang menjadi acuan setara dengan 32 anggota biasa PWI Aceh.
Pengembalian berkas menjadi tahapan lanjutan setelah Saman mengambil formulir pendaftaran pada hari pertama penjaringan bakal calon, Senin (5/10/2026). Verifikasi dokumen kini berada di tangan Pokja Verifikasi Calon yang dipimpin Imran Joni.
Di lokasi yang sama, Azhari Usman dari Pokja Qorum turut menerima berkas bersama jajaran SC lainnya. Panitia belum merinci jadwal penetapan calon resmi maupun tahapan konferensi berikutnya.
Saman menempatkan peningkatan kompetensi, kesejahteraan, perlindungan wartawan, serta penguatan organisasi di kabupaten dan kota sebagai bagian dari agenda kepemimpinannya. Melalui visi dan misi yang ditawarkan, ia ingin mewujudkan PWI Aceh yang bersih, amanah, transparan, profesional, dan independen.
Delapan agenda utama tersebut meliputi:
Ambang dukungan 10 persen dari DPS menempatkan posisi anggota biasa sebagai penentu lolosnya seorang bakal calon. Dengan sekitar 320 pemilih terdaftar, setiap kandidat mesti mengantongi sedikitnya 32 dukungan sebelum masuk tahap verifikasi.
Gagasan "Melanjutkan yang Baik, Memperbaiki yang Kurang" menjadi landasan Saman untuk meneruskan program organisasi yang dinilai telah berjalan baik sekaligus membenahi berbagai hal yang masih perlu ditingkatkan.
Konferprov XIII PWI Aceh akan menentukan ketua untuk periode 2026–2031. Selain Saman, belum ada keterangan dari SC mengenai bakal calon lain yang telah mengembalikan berkas.