Pencarian

Buka Jendela Kamar 10-15 Menit Sebelum Tidur, Ini Alasannya

Senin, 26 Oktober 2026 • 16:32:31 WIB
Buka Jendela Kamar 10-15 Menit Sebelum Tidur, Ini Alasannya
Dokter menyarankan membuka jendela kamar 10-15 menit sebelum tidur untuk menurunkan kadar karbon dioksida dan kelembapan.

ACEH — Membuka jendela kamar selama 10-15 menit sebelum tidur disebut membantu menurunkan kadar CO2 dan kelembapan yang mengganggu kualitas istirahat. Dokter umum NHS Inggris, Hana Patel, menyarankan ventilasi pagi hari agar udara segar masuk dan kondensasi berkurang. Kebiasaan sederhana ini cocok untuk siapa saja yang sering terbangun tengah malam di kamar pengap.

Menutup rapat jendela kamar saat cuaca dingin memang terasa nyaman. Namun dokter menyebut kebiasaan itu justru memerangkap kelembapan, polutan, dan karbon dioksida yang membuat tidur tidak nyenyak. Solusinya sederhana: buka jendela beberapa menit setiap hari.

Saran itu muncul dari pengalaman langsung seorang penulis yang mengeluh kamarnya terasa pengap sejak Oktober. Ia lalu berkonsultasi dengan sejumlah dokter dan mendapat jawaban yang sama, yakni mulai membuka jendela.

Mengapa Kamar Tertutup Bikin Tidur Terganggu

Dokter umum NHS sekaligus pakar tidur Time4Sleep, Hana Patel, menjelaskan bahwa kamar yang tertutup rapat menyimpan panas sekaligus menjebak kelembapan. Kondisi lembap memicu pertumbuhan jamur dan tungau debu, dua pemicu alergi yang umum di rumah.

Selain itu, udara di kamar tertutup mengandung senyawa organik volatil (VOC) dan karbon dioksida yang menumpuk. Menurut Patel, semua faktor itu memengaruhi kesehatan, kualitas tidur, dan kebersihan ruangan.

"Kedengarannya kontra-intuitif di malam musim dingin, tetapi membuka jendela kamar penting untuk kesehatan, kualitas tidur, dan kebersihan Anda," ujar Patel seperti dikutip dari bahan artikel.

Efek Karbon Dioksida dan Suhu Ruangan

Saat bernapas, manusia melepaskan karbon dioksida. Di ruangan tertutup, kadar gas itu meningkat dan membuat tubuh bekerja lebih keras untuk bernapas. Dokter Hussain Ahmad menyebut kondisi tersebut menjaga tubuh di tahap tidur ringan yang mudah terganggu.

Ahmad mengutip studi lapangan terhadap 40 kamar tidur. Hasilnya, membuka jendela menurunkan kadar karbon dioksida, VOC, dan partikel halus, sekaligus meningkatkan kualitas tidur yang terukur maupun yang dirasakan penghuninya.

Suhu juga berperan. Tubuh perlu menurunkan suhu inti sedikit agar bisa tertidur, dan ruangan yang pengap menghambat proses itu. Ahmad menyarankan suhu kamar sekitar 16-18 derajat Celsius, sementara Patel mengingatkan agar tidak terlalu dingin karena berisiko memicu infeksi saluran napas, terutama pada kelompok rentan.

Jam Berapa Sebaiknya Jendela Dibuka

Patel menyarankan jendela dibuka sekitar dua jam pada pagi hari setelah bangun tidur. Cara ini melancarkan ventilasi, memperbaiki kualitas udara, dan mengurangi kondensasi di kaca.

Bagi yang tidak tahan hawa dingin, Ahmad menawarkan alternatif lebih singkat, yakni 10-15 menit sebelum tidur. Pemilik rumah juga bisa memanfaatkan trickle vent, celah ventilasi kecil pada kusen jendela, agar aliran udara tetap ada tanpa embusan dingin yang menusuk.

Jangan Lupa Angin Kasur

Kelembapan bukan hanya menempel di jendela. Uap air dari tubuh selama tidur juga meresap ke kasur dan seprai. Patel menyarankan membuka selimut saat jendela dibuka agar kelembapan malam hari bisa keluar.

Profesor George Du Toit dari Allergy Centre of Excellence menambahkan, tungau debu menyukai kondisi lembap. Ia menyarankan menjaga kelembapan ruangan tetap rendah lewat dehumidifier, kipas ekstraktor, dan ventilasi yang memadai.

Membuka jendela bukan obat mujarab untuk semua masalah tidur. Namun bagi penghuni kamar kecil, rumah padat, atau daerah lembap, kebiasaan ini menyerang sumber masalah yang sering terlewat: udara yang tidak pernah berganti.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks