JAKARTA — Kemenangan Ibnu Hiban diraih lewat pertarungan jarak dekat yang menjadi kekuatan utamanya sepanjang laga. Petinju yang dikenal sebagai slugger ini beberapa kali memaksa Amien Hardinda terdesak ke sudut ring.
Duel berlangsung keras dan diwarnai jual-beli pukulan. Namun kombinasi hook kiri-kanan Ibnu membuatnya keluar sebagai pemenang melalui keunggulan angka mutlak.
Ibnu turun di kelas 80 kilogram Elite Putra, salah satu kelas paling kompetitif di Kejurnas Tinju Piala Menko Infrastruktur 2026. Sepanjang rangkaian pertandingan, ia tampil dominan hingga lolos ke partai puncak.
Lawan di final, Amien Hardinda, merupakan wakil Riau yang juga tampil solid. Keduanya sempat saling berbalas pukulan sebelum Ibnu mengambil kendali pertandingan di ronde-ronde penentuan.
Medali emas Ibnu Hiban menjadi momen bersejarah bagi provinsi paling barat Indonesia itu. Selama bertahun-tahun, Aceh belum berhasil membawa pulang emas dari kejuaraan nasional tinju.
Ibnu berasal dari Gampong Data Lampanah, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Nama desanya kini tercatat sebagai asal petinju yang menuntaskan penantian panjang tersebut.
Kejuaraan Nasional Tinju Piala Menko Infrastruktur 2026 berlangsung di Pluit Mall, Jakarta Utara. Ajang ini mempertemukan petinju terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.
Partai final digelar pada Minggu, 25 Oktober 2026, dengan kelas 80 kilogram Elite Putra menjadi salah satu nomor yang paling dinanti. Kemenangan Ibnu menambah daftar prestasi tinju Aceh di level nasional.
Gelar juara di ajang ini menjadi modal berharga bagi Ibnu untuk jenjang karier berikutnya. Kejurnas kerap menjadi pintu masuk menuju pelatihan nasional dan kejuaraan tingkat internasional.
Bagi Aceh, hasil ini menjadi dorongan untuk pembinaan atlet tinju di daerah. Pembinaan dari level gampong hingga kabupaten menjadi kunci lahirnya petinju berprestasi seperti Ibnu.