PIDIE — Ketua KONI Pidie Muhammad, SPdI, menyampaikan laporan bahwa Muhammad Akbar Patra menempati posisi runner-up pada nomor tarung Muaythai Challenger 2026. Ajang tersebut diikuti 36 atlet terbaik kelas internasional dari delapan negeri bagian di Malaysia. Akbar merupakan atlet kelahiran Gampong Lampeudeu Tunong, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.
Kekalahan di partai puncak terjadi saat Akbar berhadapan dengan Bai Turbo, atlet andalan tim tuan rumah Johor. Muhammad menilai lawan Akbar memiliki pengalaman bertarung di berbagai even internasional, sementara Akbar baru pertama kali tampil di level tersebut.
Bai Turbo disebut sebagai petarung profesional yang rutin mengikuti kejuaraan lintas negara. Kondisi itu membuat KONI Pidie tetap bersyukur atas medali perak yang dibawa pulang.
"Atlit tuan rumah, Bai Turbo merupakan telah berpengalaman dan profesional bertarung diberbagai even ditingkat Internasional sementara Muhammad Akbar Patra baru perdana di level Internasional dan kami sangat bersyukur membawa pulang medali kebanggaan, Perak," sebut Muhammad.
Keikutsertaan Akbar bermula dari surat undangan bertanggal 9 September 2026 yang diterbitkan Klub Muaythai Kala Merah, Johor, Malaysia, kepada Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (MI) Aceh. Surat itu meminta Pengprov MI Aceh mengirimkan atlet ke ajang tersebut.
Pengprov MI Aceh kemudian mengutus Akbar sebagai duta Aceh untuk bertarung selama dua hari, 24–25 Oktober 2026. Akbar sendiri merupakan prajurit berpangkat Pratu di Brigadir Infanteri 25/Siwah, Lhoksukon, Aceh Utara.
Muhammad menyatakan hasil di Johor tidak menyurutkan semangat Akbar untuk terus mengasah kemampuan. Menurutnya, atlet binaan KONI Pidie itu menargetkan medali emas pada even internasional berikutnya.
"Insya Allah dengan tekad dan semangat perihal ini dapat terwujud," jelasnya.
Keikutsertaan Akbar juga dinilai membawa berkah bagi nama Aceh, khususnya Kabupaten Pidie, di panggung kejuaraan tingkat internasional. Akbar tercatat sebagai salah satu duta atlet Muaythai Aceh yang mendapat kesempatan menguji kemampuan di arena pertarungan lintas negara.