TAPAKTUAN — Banjir yang merendam permukiman di Desa Lhok Raya itu terjadi setelah Sungai Lae Soraya, yang berhulu di wilayah Kota Subulussalam, meluap dan menggenangi rumah warga. Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui BPBD dan Dinas Sosial menurunkan personel untuk membantu warga sekaligus memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.
Dapur lapangan disiapkan menyediakan makanan bagi masyarakat terdampak, terutama warga yang belum dapat kembali ke rumah masing-masing. Penanganan banjir juga melibatkan jajaran TNI di lapangan.
Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis bersama Tim Reaksi Cepat turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Ia mengingatkan bahwa surutnya air belum sepenuhnya menjamin kondisi aman.
Perkembangan cuaca dan debit sungai perlu terus dipantau, khususnya jika hujan kembali turun di wilayah hulu.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan Mudatsir ZA mengatakan penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi. Pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan genangan, mendata kebutuhan warga, serta mengantisipasi kemungkinan meluasnya dampak banjir.
"Penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi," kata Mudatsir, merujuk pada pemantauan genangan dan pendataan kebutuhan warga yang terus berjalan.
Meski air mulai berangsur surut, petugas tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan permukiman dan akses jalan yang berpotensi terdampak genangan.
Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, dan instansi terkait terus berkoordinasi dalam penanganan darurat. Warga di kawasan rawan banjir diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan petugas.
Warga juga diminta mengamankan barang penting dan segera menuju tempat aman apabila permukaan air kembali meningkat.