Hujan Deras Guyur Pidie Jaya, 5 Gampong di Bandar Dua Terendam Luapan Krueng Ulim

Penulis: Saiful  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:31:32 WIB
Genangan akibat luapan Krueng Ulim merendam lima gampong di Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya.

PIDIE JAYA — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, Okta Handipa, menyebut sedikitnya lima gampong terdampak genangan akibat luapan Sungai Krueng Ulim. Kelima gampong itu adalah Alue Keutapang, Babah Krueng, Pohroh, Alue Mee, dan Blang Kuta di Kecamatan Bandar Dua.

Air di kawasan tersebut telah surut. Hujan susulan yang mengguyur pada Selasa, 27 Oktober 2026, hingga Rabu, 28 Oktober 2026, kembali memicu genangan di sejumlah wilayah lain.

Meurah Dua dan Meureudu Ikut Terendam

Di Kecamatan Meurah Dua, genangan setinggi 50 sentimeter hingga satu meter dilaporkan terjadi di Gampong Pante Beureune, Mancang, Dayah Usen, Dayah Kruet, Raya, dan Meunasah Jurong Teupin Pukat. Genangan juga melanda Gampong Blang Cut, Geunteng, Teungoh, serta sebagian wilayah Gampong Bie.

Sementara di Kecamatan Meureudu, air menggenangi Gampong Beurawang, Manyang Cut, Manyang Lancok, Meunasah Lhok, Masjid Tuha, dan Meunasah Balek. Belum ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat peristiwa ini.

Drainase Tertimbun Lumpur Sisa Banjir Bandang

Abdullah, warga Kecamatan Meurah Dua, mengatakan genangan berulang tidak hanya dipengaruhi curah hujan dan luapan sungai. Saluran pembuangan air yang belum berfungsi optimal ikut menahan aliran air hujan di permukiman.

"Belum tuntasnya normalisasi saluran drainase itu, menyebabkan air hujan menggenangi permukiman masyarakat," kata Abdullah, Kamis, 29 Oktober 2026.

Menurut Abdullah, hujan yang terus mengguyur Pidie Jaya dalam sepekan terakhir membuat warga kembali khawatir terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Ia menyoroti potensi luapan Krueng Meureudu dan Krueng Ulim yang dikhawatirkan membawa material sedimen dalam jumlah besar.

Saluran pembuangan air yang masih tertimbun lumpur sisa banjir bandang dinilai dapat menghambat aliran air saat hujan deras turun. Kondisi itu, kata dia, perlu segera ditangani agar genangan tidak terus berulang.

Warga Minta Pemerintah Percepat Pemulihan

Abdullah berharap pemerintah segera melakukan antisipasi dan pemulihan. Warga yang masih berupaya memulihkan kondisi pascabencana menilai penanganan drainase menjadi kebutuhan mendesak.

"Kami berharap pemerintah segera melakukan antisipasi dan pemulihan agar masyarakat bisa merasa lebih aman dan nyaman setelah mengalami bencana hidrometeorologi," ujarnya.

Bencana hidrometeorologi yang melanda Pidie Jaya pada November 2025 meninggalkan dampak pada jaringan drainase dan saluran air. Normalisasi sungai dan saluran pembuangan di kawasan rawan banjir disebut menjadi kunci untuk menekan risiko genangan saat hujan deras kembali melanda.

Reporter: Saiful
Sumber: portalnusa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top