ACEH — Sertu Andi Satria dari Koramil 05/Pwk Kandis turun langsung mengecek kondisi anak stunting di Kampung Sungai Gondang, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Pemantauan kewilayahan semacam ini jadi pengingat bahwa penanganan stunting butuh sinergi keluarga, tenaga kesehatan, dan pemerintah kampung — bukan hanya tugas puskesmas.
Babinsa Koramil 05/Pwk Kandis, Kodim 0322/Siak, Sertu Andi Satria, melakukan pengecekan terhadap anak stunting di Kampung Sungai Gondang, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan kewilayahan untuk memantau kondisi anak sekaligus mendukung pencegahan stunting di tingkat kampung.
Dalam kegiatan tersebut, Sertu Andi Satria mendatangi langsung wilayah binaannya untuk memantau anak yang mengalami stunting. Langkah ini disebut sebagai bentuk kepedulian Babinsa terhadap tumbuh kembang anak dan persoalan kesehatan masyarakat di tingkat kampung.
Pemantauan dilakukan secara berkala agar kondisi anak terus terpantau dan kebutuhan pendampingan bisa dikoordinasikan dengan pihak terkait. Babinsa tidak bertindak sebagai tenaga medis, melainkan menjembatani warga dengan puskesmas, kader posyandu, dan pemerintah kampung.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan bagian dari pembinaan teritorial (binter). Fokusnya bukan hanya keamanan, tetapi juga kepedulian sosial dan kesejahteraan warga di wilayah binaan.
Stunting bukan kondisi yang selesai dalam sekali pemeriksaan. Anak perlu dipantau pertumbuhan tinggi dan berat badannya, dievaluasi asupan gizinya, serta dipastikan mendapat intervensi yang tepat sesuai usia.
Penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak: keluarga sebagai pengasuh utama, tenaga kesehatan yang memantau tumbuh kembang, hingga pemerintah setempat yang menyediakan program dukungan. Tanpa koordinasi, intervensi bisa berhenti di tengah jalan.
Koramil 05/Pwk Kandis melalui kegiatan ini mendorong perhatian terhadap kesehatan anak sebagai bagian penting dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Pemantauan diharapkan memperkuat kepedulian masyarakat terhadap pencegahan stunting.
Bagi ibu di rumah, ada tiga hal yang bisa dijaga sehari-hari: asupan gizi anak, pemantauan pertumbuhan di posyandu, dan pemeriksaan kesehatan rutin. Ketiganya menjadi fondasi yang menentukan apakah upaya pencegahan berjalan efektif atau tidak.
Segera bawa anak ke puskesmas atau posyandu terdekat jika berat badannya tidak naik dalam dua kali penimbangan berturut-turut, tinggi badannya jauh di bawah anak seusia, atau anak tampak lemas dan nafsu makannya menurun drastis.
Jangan menunggu sampai kondisi memburuk. Kader posyandu dan bidan desa bisa membantu menilai apakah anak perlu rujukan ke ahli gizi atau dokter anak.
Sinergi antara aparat kewilayahan, tenaga kesehatan, pemerintah kampung, dan keluarga menjadi faktor penting untuk mendukung penanganan stunting secara berkelanjutan di Kecamatan Kandis. Bagi ibu, dukungan terdekat selalu dimulai dari rumah — dan pemantauan rutin di posyandu adalah langkah paling sederhana yang bisa dilakukan konsisten.