BANDA ACEH — Pemerintah Aceh menggelar rapat koordinasi bersama pelaku dunia usaha guna memperkuat dukungan terhadap penanganan tanggap darurat, serta rehabilitasi dan rekonstruksi bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Aceh tersebut berlangsung di Posko Tanggap Darurat Pemerintah Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Senin (12/1). Kegiatan ini turut dihadiri para asisten Sekda serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait.
Dalam pertemuan itu, sebanyak 95 badan usaha diundang untuk berpartisipasi. Sejumlah perusahaan besar yang hadir di antaranya PT Medco Energi Internasional Tbk, PT Mifa Bersaudara, serta Pegadaian, bersama puluhan perusahaan lainnya yang beroperasi di Aceh.
Sekda Aceh dalam paparannya menjelaskan kondisi terkini bencana hidrometeorologi yang terjadi di berbagai daerah. Ia menyebutkan, dampak bencana telah dirasakan secara luas, mencakup 18 kabupaten/kota, lebih dari 200 kecamatan, serta lebih dari 3.000 gampong di seluruh Aceh.
Selain menyampaikan tingkat kerusakan, Sekda juga memaparkan langkah-langkah penanganan yang telah dan sedang dilakukan pemerintah daerah, baik dalam fase tanggap darurat maupun persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda mengajak dunia usaha untuk terlibat aktif mendukung upaya penanggulangan bencana, mulai dari bantuan darurat, pemulihan ekonomi masyarakat terdampak, hingga dukungan pembangunan hunian bagi korban bencana.
“Kami mengajak dunia usaha untuk bersama-sama pemerintah berperan dalam proses tanggap darurat serta rehabilitasi dan rekonstruksi bencana hidrometeorologi ini,” ujar Sekda.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada badan usaha yang telah menunjukkan kepedulian dengan menyalurkan bantuan sejak hari-hari awal terjadinya bencana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci penting dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Aceh pascabencana.